FKKS Prigi Semarakkan Objek Wisata Unggulan Trenggalek

TRENGGALEK – Aneka pertunjukan kesenian khas daerah kawasan pesisir selatan Jatim mengisi gelaran Festival Kesenian Kawasan Selatan (FKKS) ke-13 di pesisir Pantai Prigi, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, Minggu (22/10/2017). Pertunjukan tersebut menjadikan objek wisata unggulan daerah tersebut kian semarak.

Ribuan wisatawan dari berbagai daerah tak menyi-nyiakan kesempatan untuk menonton pertunjukan yang ditampilkan masing-masing daerah. Posisi panggung 360 yang menghadap pantai Teluk  Perigi menjadikan hiburan tersebut semakin menunjukan kelasnya.

Tak hanya bisa duduk santai menikmati pemandangan laut yang indah dengan suguhan aneka tarian kawasan pesisir dari delapan kabupaten peserta FKKS, pengunjung juga bisa melihat aneka produk khas termasuk kuliner daerah di stand pameran UMKM yang disediakan panitia tak jauh dari lokasi pertunjukkan di panggung 360.

“FKKS ke-13 di Prigi kali ini kami fokuskan kegiatan pada siang hari. Kenapa Prigi dan kenapa siang, karena Prigi menjadi ikon wisata pesisir di Trenggalek yang memiliki volume kunjungan tinggi. Digelar siang karena mayoritas wisatawan datang pada siang hari, kalau malam nanti khawatir tidak ada yang nonton,” kata Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Trenggalek Joko Irianto, Minggu (22/10/2017).

Sejak dibuka hari pertama pada Sabtu (21/10), gelaran FKKS berlangsung meriah. Penampilan 125 penari yang menyuguhkan aneka tarian berkarakter lokal pesisir selatan yang dipadu budaya berkarakter religi besutan maestro koreografi Indonesia, Guruh Soekarno Putra membuat parade kesenian pesisir selatan Jatim itu menjadi kian semarak.

Ide mendatangkan koreografer tari bertaraf nasional sekelas Guruh Soekarno Putra sengaja digagas Bupati Trenggalek Emil Elestianto Dardak agar gelaran FKKS memiliki sentuhan berbeda dan memiliki gaung. Hal tersebut dibutuhkan dalam upaya mempromosokan kesenian dan budaya pesisir selatan Jatim itu, termasuk Trenggalek.

“Hari pertama kamarin itu, seluruh penari yang tampil merupakan penari dari muda-mudi Trenggalek yang terpilih lalu dilatih koreografi tari besutan Mas Guruh, melalui asisten pelatih dibantu pelatih lokal yang telah menjalani pembekalan kemampuan sebelumnya,” kata Joko.

Dalam karya yang ditampilkan ini, putra presiden pertama mengambil beberapa tema, salah satunya adalah tarian bedoyo yang terispirasi dari Sunan Kalijogo. “Saya ciptakan tarian yang ada pengaruh dari Jawa dan beberapa daerah lain, misalkan Banyuwangi, kemudian Betawi dan juga Bali,” kata Guruh Soekarno Putra. (Ant)

 

Lihat juga...