JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk kesekian kalinya berhasil mengungkap praktik suatu Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada saat menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) di sejumlah lokasi. Masing-masing di Jakarta dan di Manado, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Penangkapan dilakukan pada Jumat malam atau Sabtu (7/10/2017).
Menurut Wakil Ketua KPK Laode M. Syarif, setidaknya dua orang berhasil ditangkap dan diamankan beserta sejumlah barang bukti mata uang asing dan sejumlah bukti lainnya. Saat ini petugas KPK masih berada di lapangan untuk melakukan pengembangan penyelidikan dan mencari barang bukti terkait lainnya.
Saat dikonfirmasi wartawan di Jakarta, Laode M. Syarif membenarkan, adanya dua orang yang terjaring OTT KPK. Masing-masing adalah seorang oknum hakim yang selama ini berkerja di Pengadilan Negeri (PN) Manado dan seorang politikus muda.
Laode juga membenarkan, bahwa politikus muda yang terjaring KPK tersebut belakangan diketahui berinisial AM. Yang bersangkutan merupakan salah satu perwakilan utusan daerah dari salah satu Partai Politik (Parpol). AM terpilih sebagai salah satu Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia yang berkantor di Gedung Parlemen Senayan, Jakarta.
“Setidaknya ada dua orang yang ikut terjaring OTT KPK, masing-masing seorang oknum hakim dan seorang Anggota DPR RI atau politikus muda yang mewakili utusan daerah dari salah satu Partai Politik (Parpol). Oknum politikus muda tersebut belakangan diketahui bersinial AM, hingga saat ini keduanya masih menjalani pemeriksaan intensif di Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Sulawesi Utara di Kota Manado”, katanya, kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (7/10/2017) siang.
Berdasarkan penelusuran, AM terpilih menjadi Anggota DPR RI dari daerah pemilihan Provinsi Sulawesi Utara. AM yang tercatat sebagai Anggota Komisi XI DPR RI, lahir pada 21 Januari 1981 (36 tahun). Dirinya termasuk salah satu politikus muda yang dilantik menjadi Anggota DPR RI.
Namun demikian, Laode saat dikonfirmasi belum bisa memberikan keterangan tambahan terkait kegiatan OTT tersebut. Namun, dirinya membenarkan bahwa kedua orang tersebut terjaring OTT KPK yang digelar di Jakarta. Menurutnya, OTT tersebut merupakan hasil pengembangan suatu kasus perkara dugaan korupsi yang terjadi di Manado, Sulawesi Utara.
Sementara hingga siang ini, suasana masih sepi dan belum terlihat tanda-tanda jumpa pers terkait OTT tersebut. Laode menyampaikan, jumpa pers akan diadakan nanti sore atau nanti malam atau setelah menunggu petugas KPK selesai bekerja di lapangan.