Dinsos Banjar Imbau Masyarakat Waspadai Perdagangan Manusia
BANJAR — Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Dinas Sosial, Kota Banjar, Jawa Barat, Ika Rahmawati, Senin (23/10), mengimbau kepada para orang tua untuk tidak mudah percaya dan menyerahkan anak-anak mereka kepada orang lain yang tidak dikenal.
Hal tersebut sangat berisiko menjadi korban kasus penjualan manusia (human trafficking), khususnya bagi anak perempuan.
Ika, mengemukakan hal tersebut, terkait dengan terungkapnya empat orang anak perempuan asal Kota Banjar, yang menjadi korban perdagangan orang di daerah Tretes, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.
“Kami berharap masyarakat di wilayah Kota Banjar, jangan cepat percaya bujuk rayu, tipu daya, janji-janji untuk menyerahkan anak-anaknya tanpa kendali dari orang tua karena praktik perdagangan orang ini fenomena yang sudah marak terjadi di Indonesia belakangan ini,” ungkap Ika
Ika, mengatakan kasus perdagangan orang ini terungkap pada Minggu (15/10) lalu. Pada saat tersangka IBN, yang akan membawa korban Y, ke daerah Tretes tertangkap di Terminal Bus Kota Banjar.
Dari hasil pengembangan dan pengejaran para pelaku didapatkan dua tersangka lainnya yaitu AS dan AR, yang telah berhasil mempekerjakan para korban yaitu L, S, N, dan A, sebagai wanita penghibur.
Kini ke empat anak tersebut, sudah dikembalikan kepada pihak keluarganya di wilayah Kota Banjar, dan mendapatkan pengawasan, serta pembinaan dari pihak Dinas Sosial Kota Banjar.
Untuk para tersangka yang berjumlah sebanyak tiga orang tersebut, kini mendekam di Mapolresta Banjar, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.