BOGOR — Komandan Pusat Pendidikan Zeni TNI AD, Kolonel (CZI) Jamallulael, S.Sos, M.Si menyebutkan, jiwa korsa saja tidak cukup untuk mempertahankan kedaulatan bangsa, lebih dari itu harus diimbangi dengan kualifikasi dan kemampuan masing-masing Individu.
“Diperlukan pendidikan yang lebih daripada prajurit biasa untuk memiliki kualifikasi komando,” sebutnya usai nonton bareng film Merah Putih Memanggil di pusat perbelanjaan di kota Bogor, Jawa Barat pada Rabu (11/10/2017).

Dijelaskan, jiwa korsa yang tidak diimbangi dengan kualifikasi diri prajurit dapat berujung kepada arogansi oknum tentara yang mencoreng institusi TNI itu sendiri. Kualifikasi seorang prajurit mampu membedakan siapa lawan, siapa kawan, mana yang harus dihadapi dengan kekerasan, mana yang harus dihadapi dengan cara lembut.
Sementara itu, Kepala Seksi Pengamanan dan Operasi (Kasipamops) Pusdikzi, Mayor (Czi) Vipbrian mengatakan, kegiatan nonton bareng merupakan perintah panglima TNI yang ditujukan kepada seluruh jajaran TNI, termasuk Pusat Pendidikan Zeni dibawah jajaran Kodiklat TNI-AD.
Film ini menceritakan bagaimana daya upaya TNI untuk mempertahankan kedaulatan NKRI dengan berupaya untuk menyelamatkan Warga Negara Indonesia yang menjadi sandera dari perompak di negara Tongo.
Merah Putih Memanggil merupakan film besutan TB Silalahi yang dirilis pada peringatan HUT Ke-72 TNI. Dari judulnya sudah bisa ditebak bahwa film ini menceritakan tentang tugas dan pengabdian TNI kepada bangsa Indonesia.