Cuaca Mendukung, Hasil Panen Kacang Tanah Melimpah

YOGYAKARTA – Petani kacang tanah di Kabupaten Bantul, mengaku bersyukur dengan hasil penen mereka yang melimpah pada musim panen kali ini. Mereka menyebut hasil panen kacang tanah tahun ini jauh lebih bagus, dibanding hasil panen tahun lalu.

Salah seorang petani kacang tanah, Wahadi (50) asal dusun Candi, Srihardono, Pundong, Bantul mengatakan kondisi cuaca yang mendukung menjadi faktor utama melimpahnya hasil panen para petani.

“Tahun ini, hasil panen jauh lebih bagus dibanding tahun lalu. Karena cuaca mendung. Tanaman juga tidak terserang hama. Kalau tahun lalu, hasil panen hancur, disebabkan lahan tergenang air akibat majunya waktu musim hujan,” katanya Rabu (4/10/2017).

Wahadi sendiri mengaku menanam kacang tanah di lahan seluas kurang lebih 1000 meter persegi. Terdiri dari sebanyak 100 bedeng/lobang tanaman, berukuran 1 x 10 meter. Dari lahan tersebut ia mengaku bisa mendapat hasil mencapai 4-5 kuintal kacang tanah kering.

“Kalau tahun lalu hasil panenan hancur. Karena tanaman rusak kena air hujan. Hanya mendapat hasil sekitar 2-3 kuintal saja,” ujarnya.

Selain memanen kacang tanah, para petani pun masih mendapat tambahan hasil dari daun kacang tanah yang biasa disebut rendeng. Biasanya oleh petani rendeng ini dijual sebagai pakan ternak ke daerah pegunungan seperti Gunungkidul.

“Karena tanaman bagus dan tidak terserag hama, rendeng yang dihasilkan kali ini cukup lumayan. Per lubang bisa menghasilkan 2 ikat. Nanti biasanya langsung diambil pedagang dari luar daerah,” katanya.

Memasuki pergantian musim kemarau ke musim penghujan ini, ratusan hektar lahan pertanian kacang tanah di wilayah Bantul bagian selatan memasuki masa panen. Para petani mulai melakukan panen raya, untuk menyongsong datangmya musim penghujan.

Setiap tahun para petani di kawasan ini biasa melakukan tiga kali masa tanam. Yakni padi, padi, dan palawija. Selain kacang tanah, tanaman palawija yang biasa ditanam adalah cabai dan jagung.

Lihat juga...