Caritas Berdayakan Masyarakat DAS Kembangkan Sayur Organik
MAUMERE — Menjaga kelestarian Daerah Aliran Sungai (DAS) Magesime di kecamatan Magepanda, Caritas Maumere melakukan pemberdayakan petani di desa Reroroja untuk mengembangkan tamanan holtikultura sayur-sayuran di lahan seluas 1.300 meter persegi secara organik.
Direktur Caritas Maumere, Romo Kanis Bani,Pr, penanaman sayuran di desa DAS Dagesime di desa Reroroja bukan yang pertama dilakukan, sebab tahun 2016 juga dilakukan di desa Magepanda tapi hasilnya tidak maksimal akibat salah perhitungan dan sebab lainnya.
“Tapi saat ini hasil yang didapat sangat memuaskan dimana Caritas Maumere dibantu oleh Caritas Yogyakarta, YBTS Soe yang sangat berpengalaman mengelola sayuran terutama melihat kebutuhan pasar sehingga petani juga diajarkan untuk bagaimana melihat peluang pasar,” ungkapnya kepada Cendana News Rabu (18/10/2017).
Pendampingan lanjut Kanis dilakukan di kelompok tani Sinar Harapan desa Reroroja mengusung konsep pertanian organik sesuai harapan agar kembali ke alam sehingga para petani juga dilatih membuat pupuk secara organik memanfaatkan potensi yang ada di sekitarnya.
“Dari keterbatasan petani termasuk kurangnya bahan baku pembuatan pupuk namun dengan kerja keras dan usaha yang terus menerus maka hasilnya mulai terasa saat panen besok untuk dijual ke pasar,” tuturnya bangga.
Saat saat ini sayuran organik di Sikka harus terus dipromosikan dan dikampamnyekan agar dikonsumsi oleh masyarakat kabupaten Sikka. Kendalanya saat dijual di pasar, sayur-sayuran seperti sawi dan kol yang daunnya berlubang oleh pembeli tidak diminati sebab mereka lebih memilih yang tampilannya mulus sebab menggunakan pupuk dan pestisida kimia.
“Sayuran yang berlubang dan dimakan ulat itu yang dicari sebab bebas dari bahan kimia dan ini akan terus kami kampanyekan kepada para pedagang termasuk lewat brosur yang dibagikan kepada para pembeli agar sayuran para petani ini bisa dibeli,” paparnya.
Di bidang pertanian sebut Kanis, apa yang dilakukan pihaknya untuk meningkatkan pendapatan keluarga petani, dan pihaknya harapkan agar kelompok yang sudah didampingi dan berhasil bisa mempertahankan apa yang sudah diajarkan.

Wakil bupati Sikka Drs.Paolus Nong Susar yang juga aktivis LSM menyampaikan apresiasi kepada Caritas Maumere karena adanya kesadaran bersama untuk menyelamatkan bumi dari berbagai ancaman pengrusakan lingkungan, mata air dengan melakukan penyelamatan daerah aliran sungai dengan melatih petani bertani organik.
Dengan adanya peningkatan pendapatan petani kata Nong Susar, mereka tidak akan merambah hutan dengan membuka ladang dan menebang kayu serta ikut menjaga hutan sekitar daerah mata air dan tidak hanya berharap bantuan beras Raskin dari pemerintah.
“Beras untuk rakyat miskin (Raskin) tidak membantu sebab dengan adanya bantuan ini para petani mulai jarang turun ke kebun dan sawah bila musim kemarau dan tidak melakukan inovasi dalam mengembangkan pertanian dan bekerja keras dan kerja cerdas,” ungkapnya.
Yang terpenting imbau Nong Susar, apa yang sudah dicapai oleh kelompok Sinar Harapan di desa Reroroja yang didampingi Caritas harus dilanjutkan agar semakin banyak petani yang mencontoh.