Arab Saudi Angkat Perempuan Pertama Pimpin Federasi Olahraga
BEIRUT – Arab Saudi untuk pertama kalinya mengangkat perempuan menjadi pemimpin federasi olahraga. Hal tersebut diyakini akan semakin mendorong kehadiran wanita ke sarana olahraga serta mengikuti pertandingan.
Arab Saudi selama ini dikenal sebagai negara tempat wanita dilarang berolahraga dengan pria. Dan Puteri Reema binti Bandar, seorang wanita yang dibesarkan di Amerika Serikat, telah ditunjuk menjadi wanita pertama ketua Federasi Olahraga Masyarakat Arab Saudi.
Penunjukannya dilakukan di tengah serangkaian perubahan bagi wanita di Arab Saudi. Perubahan yang dipuji sebagai kecenderungan baru, dengan memberi wanita hak berkendaraan dan mendorong lebih banyak wanita bekerja. Namun, sistem perwalian, yakni anggota keluarga laki-laki harus memberikan izin kepada wanita untuk belajar, melakukan perjalanan dan kegiatan lain, masih berlaku.
Lina Al Maeena, yang membentuk Jeddah United, klub basket wanita swasta pertama Arab Saudi, pada 2003, mengatakan bahwa penunjukkan putri tersebut memiliki arti. “Ini akan mengubah stereotip karena pengangkatannya dalam peran tersebut sebagai kepala kedua jenis kelamin,” Al Maeena, Sabtu (20/10/2017).
Peran serta perempuan dalam olahraga telah lama menjadi isu kontroversial di Saudi. Di mana wanita tidak dapat berolahraga dengan pria dan tidak ada fasilitas olahraga umum untuk wanita. Hal itu dipengaruhioleh pandangan ulama Muslim konservatif menganggap olahraga bagi wanita merupakan hal yang tidak sopan.
Bahkan Arab Saudi tidak mengirim wanita ke Olimpiade sampai tahun 2012. Kondisi tersebut menimbulkan sejumlah korban. Sekitar 44 persen wanita di negara tersebut mengalami obesitas yang memiliki tingkat obesitas dan diabetes tertinggi di dunia.
Kepala Eksekutif Jaringan Pusat Kebugaran Wanita Pertama Kerajaan Nu Yu, Susan Turner mengatakan, penunjukan Putri Reema akan membawa kesehatan perempuan semakin kedepan.
“Semua orang berhak mengakses fasilitas ini dan menjaga kesehatan mereka. Wanita menyadari bahwa jika mereka tidak melakukanya (olahraga), itu hanya membawa statistik dan fakta tersebut pada sorotan,” kata Turner.
Menurut rencana reformasi Visi 2030, ada peningkatan jumlah warga Saudi yang melakukan olahraga. Saat ini tercatat hanya 13 persen penduduk Saudi yang berolahraga setidaknya seminggu sekali. Target tersebut mencanangkan ada 40 persen warga yang melakukan olahraga.
Puteri Reema, yang merupakan putri mantan duta besar Saudi untuk Amerika Serikat, memperjuangkan perizinan sarana olahraga wanita dan klub olahraga dalam peran sebelumnya, yang memimpin bagian perempuan dari Badan Olahraga Umum. (Ant)