Alami Kerusakan, SDN 3 Sumur Harapkan Perbaikan Kelas
LAMPUNG – Kayu kaso yang sudah lapuk, plafon jebol, dinding bangunan retak dengan sebagian kaca jendela pecah bahkan daun jendela terlepas serta kerusakan beberapa bagian bangunan sekolah menjadi pemandangan cukup mencolok di salah satu lokal SDN 3 Sumur Kecamatan Ketapang Kabupaten Lampung Selatan.
Suroto S.Pd.SD, Kepala Sekolah SDN 3 Sumur Kecamatan Ketapang saat ditemui mengungkapkan, selain faktor usia kerusakan bangunan sekolah yang telah berdiri sejak tahun 1984 tersebut juga akibat kondisi sekolah yang tak jauh berada di dekat Selat Sunda sehingga terjangan angin kerap melanda wilayah tersebut.
Kondisi kelas yang rusak tersebut diakui Suroto hingga kini masih dimanfaatkan oleh para guru dan siswa melakukan proses kegiatan belajar mengajar setiap hari seperti biasa. Sekaligus menjadi lokasi pengabdian guru-guru yang mengajar selama puluhan tahun di sekolah tersebut. Sebanyak dua lokal terdiri dari ruang kelas sebanyak enam ruang, ruang guru satu unit perpustakaan dan rumah tinggal guru bahkan masih bertahan hingga kini di sekolah yang terletak di Dusun Yogaloka tersebut.
“Sekolah kami memang pernah mendapat perehaban untuk perbaikan bangunan kelas, namun hanya satu lokal dan sebagian bangunan sudah mengalami kerusakan khususnya pada bagian resplang karena angin,” terang Suroto Kepala Sekolah SDN 3 Sumur Kecamatan Ketapang ketika ditemui Cendana News di sekolah tersebut, Senin (2/10/2017).

Kondisi plafon yang jebol akibat faktor usia dan cuaca berangin membuat bangunan SD yang berusia lebih dari 30 tahun tersebut memaksa pihak sekolah sengaja menjebol plafon agar tidak terjatuh sewaktu-waktu dan membahayakan para siswa. Sebab juga khawatir daun jendela yang dibuat dengan sistem engsel tersebut bisa terjatuh sehingga daun jendela yang berpotensi jatuh justru dilepas dan disimpan menghindari terjatuh.
Sebagai guru sekolah dasar yang telah mengajar sejak tahun 1979 pertama kali di Desa Banjarmasin Kecamatan Penengahan, SD Ruguk, dan dengan menjadi guru biasa hingga kini diberi kepercayaan sebagai kepala sekolah di SDN 3 Sumur, upaya memperjuangkan sekolah agar bisa mendapatkan bangunan baru tersebut diakuinya dilakukan dengan usulan ke Dinas Pendidikan Kabupaten Lamsel untuk melakukan perehaban.
“Usulan ke dinas pendidikan sudah kami layangkan namun belum ada realisasi dengan alasan masih ada sekolah lain yang mendapatkan prioritas lebih dahulu untuk dibangun atau direhab,” beber Suroto.
Pada bangunan yang sudah rusak ia menyebut proses perehaban dianggarkan pada tahun 2018 untuk perbaikan beberapa bagian bangunan karena pada bagian lantai bangunan masih cukup bagus dengan lantai keramik. Selain usulan untuk perehaban bangunan sekolah tersebut juga dalam usulan berharap mendapat bantuan untuk fasilitas WC berukuran 6 x 9 meter dengan sebanyak empat pintu karena kebutuhan akan wc sangat penting di sekolah tersebut.
Posisi sekolah yang berada di perbukitan diakui Suroto dan dibenarkan oleh Maman serta I Gede Abiyasa selaku guru di sekolah tersebut. Memang pernah mendapat bantuan proses pengerukan tanah yang semula berbukit-bukit dengan meratakan bukit sehingga bisa dipergunakan sebagai lapangan olahraga. Memiliki lahan seluas 7500 meter diakuinya tidak seperti sekolah lain yang memiliki pagar hingga kini SDN 3 Sumur bahkan tidak memiliki pagar.
Suroto berharap pemerintah dalam hal ini Dinas Pendidikan bisa memperhatikan sekolah tersebut dengan membuat talud serta pagar sekolah agar kondisi bangunan tak lagi memprihatinkan. Dampak dari kondisi sekolah yang memprihatinkan tersebut sangat terlihat dengan banyaknya siswa usia SD memilih bersekolah di kecamatan lain.
“Wali murid banyak yang menyekolahkan anaknya di Kecamatan Bakauheni karena fasilitas lebih baik termasuk banyaknya kegiatan ekstrakurikuler sementara di sekolah kami sangat terbatas,” beber Suroto.
Beberapa siswa bahkan oleh orang tuanya disekolahkan di sekolah swasta yang memiliki kualitas lebih baik dibandingkan sekolah yang dipimpinnya akibat kondisi sekolah yang cukup memprihatinkan. Meski demikian, ia menyebut, guru dan para siswa yang masih bersekolah di SDN 3 Sumur tersebut tetap bertahan dengan kondisi sekolah yang sebagian sudah rusak.
