22 Provinsi Adu Tangkas Olahraga Tradisional 

BANJARMASIN – Ketua Umum Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI), Hayono Isman, mengatakan ada 22 provinsi se-Indonesia yang ikut serta dalam Festival Olahraga Rekreasi Nasional (Fornas) IV pada 20-24 Oktober 2017 di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Fornas IV mempertandingkan 3 kategori dalam 32 cabang olahraga tradisional.

Menurut dia, ajang olahraga tradisional dua tahunan ini bertujuan melestarikan permainan tradisional di tengah perkembangan teknologi. Selain itu, kata Hayono, olahraga tradisional yang dikemas rekreasi turut menyukseskan gerakan pemerintah tentang hidup sehat, karena bersifat massal dan murah.

“Tidak hanya sehat, tapi bergembira dengan menghargai olahraga tradisional. Kami pertandingkan 32 cabang olahraga permainan tradisional, seperti gasing, senam rekreasi, balogo, enggrang, dan banyak lagi. Ada tiga kategori, festival, lomba, dan eksibisi,” ucap Hayono Isman, ketika membuka Fornas IV di Siring Menara Pandang Sungai Martapura, Kota Banjarmasin, Minggu (22/10/2017).

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga itu menambahkan, Fornas IV sangat berbeda ketimbang ajang serupa sebelumnya. Sebab, kata dia, pembukaan Fornas IV di atas Sungai Martapura. Ratusan peserta dari 22 provinsi memang diajak naik ke atas perahu klotok di Sungai Martapura. Bahkan, mereka berjoget bersama di sela irama lagu tradisional Banjar.

“Baru pertama ini dibuka di atas sungai. Mengingatkan bahwa olahraga tidak hanya di darat, tapi ada juga di sungai. Melalui Sungai Martapura, kami ingin kenalkan olahraga tradisional. Anak-anak muda jangan hanya main gadget saja, harus akrab dengan permainan tradisional,” Hayono, menambahkan.

Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor, mengapresiasi atas gelaran Fornas IV di Kota Banjarmasin. Sahbirin Noor meminta ajang Fornas sebagai wahana melestarikan permainan tradisional yang kian punah di telan perkembangan zaman. Selain itu, peserta harus bergembira dibalut sportivitas ketika adu ketangkasan permainan tradisional.

“Olahraga rekreasi sangat menggemberikan sekali buat rakyat Kalimantan Selatan, khususnya, dan rakyat Indonesia. Olahraga tradisional ini sangat murah, meriah, dan dampaknya luar biasa untuk kesehatan badan dan batin. Pembukaan ini unik, hampir tidak ada di Indonesia, hanya ada di Banjarmasin, di atas Sungai Martapura,” kata Sahbirin Noor.

Adapun pertandingan 32 cabor tradisional dipusatkan di sepanjang Jalan Panglima Sudirman, tepatnya di tepi Sungai Martapura yang membelah Kota Banjarmasin. Peserta saling adu ketangkasan dengan aneka permainan tradisional.

Lihat juga...