2018, Balikpapan Tambah 10 Hektare Tanam Buah Nanas
BALIKPAPAN — Meski buah nanas bukan produk unggulan Kota Balikpapan, Pemerintah kota tetap konsentrasi mengembangkan pertanian buah-buahan termasuk buah nanas. Hal itu terbukti, pada 2018 nanti Balikpapan akan menambah 10 hektare dan rencananya telah masuk usulan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota 2018.
Kepala Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Balikpapan Yosmianto menuturkan dulu pertanian buah nanas sempat menjadi produk unggulan, namun sejak buah pepaya mini dinyatakan sebagai produk unggulan dan telah dipatenkan kota minyak pemerintah kota konsentrasi ke pepaya mini.
“Nanas ada tapi di kita masih kecil karena banyak petani yang beralih makanya kita galakkan kembali untuk menanam nanas. Dulu pernah menjadi produk unggulan karena manis, lama-lama bergeser ke arah Samboja sehingga banyak petani disana yang tanam. Kita lahannya terbatas,” ucapnya saat ditemui Senin, (30/10/2017).
Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan kota Balikpapan mencatat luas tanam buah nanas yang ditanami petani seluas 8.572 hektare dengan produksi 7.206 ton nanas. Sedangkan 2016 kemarin area luas area yang panen hanya sekitar 3 hektare. Adapun area tanam buah nanas tersebar di kawasan Balikpapan Timur dan Utara.
“Karena kemarin yang kita patenkan pepaya mini jadi kita puskan ke produksi pepaya mini. Nanas masih ada tapi swakelola petaninya tanam. Petani sebagian beralih ke perkebunan karet. Saat ini tercatat yang menanam buah nanas sebanyak 5 kelompok, masing-masing kelompok terdapat 10 orang petani,” terangnya.
Meski buah nanas bukan produk unggulan pria yang akrab disapa Yos mengatakan, pada 2018 nanti pemerintah kota kembali menggalakan produksi buah nanas dengan mengusulkan anggaran untuk penanaman buah nanas dengan luas area 10 hektare.
“Tahun 2018 nanti kita tambah 10 hektare lahan untuk ditanami nanas. Perkiraannya itu dianggarkan Rp2 juta per hektare dialokasikan. Lahan 10 hektare itu plot kita, lahan yang dimiliki Kota Balikpapan juga terbatas. Kalau masa panennya itu sekitar 7 bulanan,” terangnya.
Terpisah salah Seorang Pedagang Nanas di Pasar Buton Balikpapan Arifin mengatakan nanas yang dijual langsung dari petaninya yang ada di Km 45 dan Km 50 dengan harga bervariasi.
“Harganya tergantung dari ukurannya. Kalau yang kecil per buah itu berkisar Rp4.000-5.000, sedangkan yang besar bisa Rp7.000-Rp9.000 per buah,” ungkapnya.
Ia mengaku penjualannya juga setiap harinya naik turun, samahalnya dengan pembeli. “Yang ramai itu menjelang puasa, karena kebutuhan untuk membuat kue srikaya. Ya namanya yang beli ada yang perlu pasti beli banyak,” ujarnya.
