2018, Tol Padang-Pekanbaru Mulai Dibangun
PADANG — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat meminta kepada kabupaten/kota untuk segera melakukan sosialisasi kepada masyarakat, terkait pelebaran jalan tol Padang-Pekanbaru yang sebelumnya direncanakan 40 meter, kini menjadi 60 meter.
Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, mengatakan, untuk pembangunan fisiknya sendiri dimulai pada 2018, sementara tahapan pembebasan lahan pada Oktober depan sudah dimulai. Untuk pembebasan lahan ini, pemerintah tidak akan menggunakan APBD, tetapi semuanya melalui dana yang diupayakan pemerintah pusat/APBN.
“Di provinsi, kita dukung untuk pembebasan lahannya, sementara dananya datang dari pusat,” katanya, usai rapat tol Padang-Pekanbaru, di Padang, Jumat (8/9/2017).
Sepanjang berlangsungnya dari rapat tersebut, terungkap trase jalan belum selesai. Namun, Irwan menegaskan, trase jalan tersebut sekarang sedang dikerjakan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Bila trase jalan selesai, maka akan ada Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah (DPPT).
“Sampai saat ini, trase sama DPPT belum selesai, kita tunggu itu. Diperkirakan Oktober sudah selesai, maka acuan kita bekerja di lapangan dan tahapannya sudah bisa dimulai,” ucapnya.
Ia menyebutkan, pengerjaan untuk fisik dimulai 2018 dalam tiga tahap. Pertama, Padang-Sicincin. Kedua, Pekanbaru-Bangkinang dan ketiga, Sicincin-Bangkinang. Dengan adanya tahapan tersebut, Irwan berharap pembangunan hendaknya dimulai dari Padang-Bukittinggi, tidak hanya sampai Sicincin.
Alasannya, jika hanya sampai Sicincin tidak membantu persoalan lalulintas Padang-Bukittinggi yang selama ini menjadi masalah bagi Sumbar. Jika tahap satu itu sampai Bukittinggi dan selesai, maka masalah lalulintas di Sumbar otomatis sudah terbantu menjelang selesai tahap Bukittinggi-Bangkinang.
Saat ini, Pemprov Sumbar sudah membebaskan lahan sepanjang 27 Km dari Duku-Sicincin. Selain itu, juga sudah dibangun jembatan. Hanya saja luas lahan yang dibebaskan baru 40 meter, untuk itu diperlukan penambahan menjadi 60 meter.
“Nanti tanahnya diganti, makanya kita mintakan pada masyarakat agar ada penambahan kiri-kanan masing-masing 10 meter lagi,”sebutnya.
Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Menejer Senior Bagian Teknik Hutama Karya, Dinny Surya Kencana, mengatakan, untuk pengerjaan pembangunan jalan tol Padang-Pekanbaru akan dimulai secara bertahap.
Tahap awal pengerjaan dari Padang-Duku-Sicincin dengan anggaran sebesar Rp6 triliun sepanjang 27 kilometer dan lebar 60 meter. Sedangkan dari Arah Pekanbaru dimulai dari Pekanbaru-Kampar sepanjang 17 kilometer.
“Kita sedang menyiapkan DPPT, jika itu rampung dalam waktu dekat pengerjaan kemungkinan bisa dilaksanakan pada Februari 2018,” sebutnya.
Dijelaskannya, dalam DPPT nantinya akan ada trase final (garis tengah) jalan, setelah itu baru penunjukan Konsultan yang akan bekerja awal Oktober, kemudian DPPT diserahkan kepada Gubernur untuk dibuatkan Penlok (penetapan lokasi).
“Kemungkinan ada perubahan dari trase awal, sebab ada perubahan lebar dan terowongan. Terowongan sekitar 7 kilometer lintasan bukit barisan arah Payakumbuh,” jelasnya.
Ia berharap, untuk mencapai target tersebut, ada percepatan persiapan kerja, perlu ada kerja sama yang apik dari kabupaten dan kota yang dilalui untuk adanya persiapan, mulai dari aset atau dokumen-dokumen tanah.