Tim Gabungan Kotawaringin Pantau Kegiatan Diduga Aliran Sesat

SAMPIT – Sebuah kegiatan keagamaan yang digelar oleh waga berinisial AJG di Kotawaringin TImur Kalimantan Tengah dipantau oleh tim gabungan yang dipimpim MUI setempat. Kegiatan keagamaan tersebut dinilai sudah meresahkan masyarakat.

Ketua MUI Kotawaringin Timur Amrullah Hadi mengatakan, hingga pihaknya masih melakukan pemantauan terhadap kegiatan yang disebut-sebut berlangsung di Kecamatan Baamang tersebut. “MUI masih memantau masalah ini, belum sampai mengeluarkan fatwa. mengeluarkan fatwa aliran sesat itu harus melalui kajian seksama sebagai dasar pengambilan keputusan,” tandasnya Jumat (22/9/2017).

Kendati demikian, tim gabungan di Kotawaringin saat ini sudah melakukan pemantauan terhadap kegiatan dari AJG yang dianggap melencen dari ajaran Islam tersebut. Tim gabungan telah melakukan pertemuan untuk membahas fenomena yang terjadi di tengah masyarakat tersebut.

Rapat koordinasi digelar di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik setempat. Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua MUI kotawaringin timur H Amrullah Hadi, Kepala Kantor Kementerian Agama H Samsudin, Camat Baamang HM Yusransyah, Kepala Kesbangpol Kaspul Bahri dan sejumlah tokoh ulama di kotawaringin timur. Pertemuan tersebut untuk merespon banyaknya laporan yang masuk mengenai kegiatan dari AJG.

Sementara itu AJG belum tampak hadir dalam pertemuan di Kesbangpol. Direncanakan akan ada agenda pertemuan tersendiri yang melibatkan terlapor. Pertemuan bersama AJG nantinya akan dijadikan sebagai dialog tentang Agama Islam sebagai pembuktian apakah ada ajaran yang menyimpang dari ajaran Islam.

“Untuk sementara waktu, kami meminta aktivitas itu dihentikan dulu. kita beri waktu beliau merenungkan ini. kita tunggu bagaimana hasil kesimpulan akhir nanti,” tambah Amrullah.

Kepala Bidang Kewaspadaan dan Intelkam Badan kesbangpol kotawaringin timur, Johan Wahyudi mengaku sudah menemui AJG. Pertemuan digelar dengan mendatangi kediaman AJG pada 19 september lalu. Namun belum banyak yang dibahas dalam pertemuan tersebut.

“Kedatangan saya ke sana untuk menelusuri apakah memang ada aktivitas penyebaran ajaran menyimpang di tempat itu. saya bertemu di kediamannya. saya juga sempat diwejangi ayat-ayat Al Quran oleh yang bersangkutan,” kata wahyudi.

Dari proses yang sedang  berlangsung masyarakat diharapkan tetap tenang dan tidak mudah terbawa provokasi. Pemerintah setempat masih melakukan upaya yang terbaik untuk menyelesaikan persoalan tersebut. (Ant)

 

Lihat juga...