Tanam Buah Unggul, Upaya Warga Sragi Manfaatkan Lahan Terbatas

LAMPUNG – Memiliki lahan terbatas bukan halangan bagi Saipul (31) warga Desa Mandalasari Kecamatan Sragi, menekuni hobi dalam budidaya berbagai jenis tanaman unggul khususnya buah-buahan di antaranya jenis pisang ambon, jambu kristal, belimbing merah, kelengkeng, cempedak, pepaya serta beberapa jenis tanaman buah lainnya.

Selain sebagai hobi, Saipul menyebu,t penanaman berbagai jenis tanaman pada lahan terbatas sekaligus sebagai tanaman hiasan pekarangan tersebut juga memiliki fungsi sebagai tanaman buah segar yang bisa dipetik saat masak tanpa harus membeli di pasar.

Sebagian besar tanaman yang ditanam Saipul merupakan tanaman dari varietas unggul bersertifikat dan dibeli dari pusat pembibitan serta jual beli tanaman pertanian dan perkebunan di wilayah Kecamatan Pekalongan Kabupaten Lampung Timur. Beberapa bibit unggul berupa jambu kristal, pepaya, belimbing merah, dan jambu jamaika, dibelinya langsung dari Pekalongan. Sementara sebagian dibeli dari penjual bibit keliling yang mulai marak menjajakan berbagai jenis bibit unggul termasuk berbagai tanaman hias. Bibit buah unggul tersebut dibeli dengan harga mulai Rp10 ribu, Rp25 ribu hingga Rp100 ribu per batang dan sebagian diberi oleh pemilik tanaman unggul yang terlebih dahulu menanam.

“Awalnya melihat berbagai tanaman masih pendek batangnya. Namun sudah berbuah lebat sehingga saya tertarik mencoba. Awalnya tanaman buah yang bisa dipanen dalam waktu beberapa tahun lalu. Terus saya tambah beragam bibit lain,” ungkap Saiful, salah satu warga Desa Mandalasari Kecamatan Sragi yang ditemui Cendana News memperlihatkan tanaman cempedak yang berbuah lebat di depan rumahnya, Senin (4/9/2017).

Bibit tanaman cempedak yang dibeli merupakan hasil perpaduan dengan pola penyambungan antara tanaman nangka pada bagian bawah dan cempedak pada bagian atas sehingga hasilnya bibit tanaman cempedak yang masih berusia tiga tahun sudah berbuah, bahkan lebat. Selain lebat, berbeda dengan tanaman cempedak alam yang butuh waktu hingga enam tahun berbuah dan cukup tinggi, tanaman cempedak dari bibit unggul yang ditanam tersebut bisa berbuah dari jarak pangkal batang setinggi 50 sentimeter. Beberapa buah bisa menyentuh tanah serta bisa dipetik tanpa galah.

Sebanyak empat batang tanaman cempedak yang ia tanam, setelah berbuah pada usia tiga tahun, tanaman tersebut secara terus-menerus bisa menghasilkan buah pada beberapa batang yang tumbuh dengan subur berkat pola pemupukan dan pemberian perangsang buah. Selain dikonsumsi sendiri, beberapa buah cempedak miliknya kerap diberikan kepada tetangga yang belum pernah merasakan buah cempedak yang menjadi buah cukup susah dicari di wilayah Lampung.

Buah cempedak yang sudah matang siap disajikan dengan warna kuning dan beraoma wangi. [Foto: Henk Widi]
Saiful mengaku, menanam cempedak serta buah-buahan lain pada lahan terbatas miliknya sekaligus menjadi tanaman penghijauan bersama dengan berbagai jenis tanaman lain yang kini tumbuh subur di pekarangan rumah di antaranya pepaya, mangga, serta tanaman lain yang belum musim berbuah.

Saipul menyebut, pada saat buah tertentu belum musim berbuah, setidaknya ia memiliki beberapa jenis buah yang berbuah sepanjang waktu di antaranya jeruk nipis, pepaya serta cempedak yang kerap menjadi inspirasi bagi warga lain untuk ikut menanam seperti pola tanam yang dilakukan Saiful.

“Beberapa tanaman buah saya tanam dengan sistem tanaman cangkok.  Lalu saya perbanyak untuk diberikan kepada tetangga agar ikut memiliki tanaman bibit unggul,” ungkapnya.

Jupri, salah satu warga yang tinggal berdekatan dengan Saiful mengaku, meminta bibit dengan sistem cangkokan dari buah belimbing merah dan jeruk nipis. Sementara dari buah pepaya dirinya meminta bibit dari buah yang matang dan memperbanyak dengan menggunakan biji. Selain sebagai tanaman, Jupri menyebut, berbagai tanaman buah tersebut bisa menjadi hiasan dan penghijauan di lahan pekarangan.

“Awalnya, saya membiarkan pekarangan di depan rumah saya kosong tanpa tanaman. Namun selanjutnya saya juga ikut menanam berbagai jenis tanaman buah,” terang Jupri.

Berbagai jenis tanaman buah tersebut merupakan jenis tanaman bibit unggul yang tak memerlukan masa panjang sebelum berbuah. Bisa berbuah saat dibutuhkan tanpa harus membeli buah segar di pasar. Jupri juga menyebut, wilayah Mandalasari yang dikenal sebagai tempat budidaya buah naga juga menjadi lokasi yang dikenal sebagai penghasil buah naga sekaligus beragam jenis buah lain di Kecamatan Sragi.

Buah cempedak sebagian mulai matang siap dipanen sebagai tanaman di lahan terbatas. [Foto: Henk Widi]
Lihat juga...