Tahu Crispy Banyak Diminati di Lampung

LAMPUNG — Tahu dari kedelai menjadi salah satu makanan yang kerap dimanfaatkan menjadi beragam olahan, seperti sayur santan tahu, oseng tahu, tahu bacem, tahu goreng isi serta rujak tahu.

Emy (kiri) pembeli tahu crispy. -Foto: Henk Widi

Bagi Agus (30), bahan dasar tahu yang selama ini diolah sebagai makanan tersebut merupakan bahan yang bisa dijual dengan cara berbeda, sehingga disukai oleh masyarakat, baik orang dewasa maupun anak-anak penyuka jajanan yang menyehatkan, karena kaya protein dari kandungan kacang kedelai bahan dasar tahu.

Agus menyebut, semula dirinya berjualan ayam goreng crispy selama hampir dua tahun selanjutnya dengan kedekatan lokasi berjualan pada sebuah sekolah membuat dirinya memutuskan juga berjualan tahu crispy, dengan bahan baku yang serupa untuk kulit renyah sebagai baluran ayam goreng dan bisa dipakai pada tahu.

Berjualan di depan SMA 1 Kalianda Lampung Selatan, selanjutnya berpindah ke pasar Pasuruan sekaligus Kota Kecamatan Penengahan, dirinya mengaku dalam sehari menyediakan bahan baku sebanyak satu papan tahu putih berisi 110 buah. Proses pembuatan tahu crispy diakuinya terbilang mudah, karena bahan baku bisa diperoleh dari produsen tahu berjarak seratus meter dari rumahnya.

“Bahan baku tahu yang saya peroleh selanjutnya saya bersihkan dan dipotong kecil-kecil memanjang sebelum digoreng dalam wajan khusus”, beber Agus, saat ditemui di pasar Pasuruan, tengah menggoreng tahu crispy yang akan dijual kepada pelanggannya, Sabtu (16/9/2017).

Ia menjelaskan, setelah dicuci bersih dan dipotong kecil-kecil, tahu kemudian dikukus. Setelah itu, direndam dalam air yang sudah diberi bumbu berupa penyedap rasa, pengembang, garam, bubuk merica, dan bawang putih untuk menambah cita rasa pada tahu crispy.

Setelah direndam dalam air berisi berbagai bumbu tersebut, tahu dimasukan dalam lemari pendingin untuk semakin meresapkan bumbu-bumbu yang telah dibalurkan. Sembari mendinginkan tahu dalam lemari pendingin, ia menyiapkan adonan untuk lapisan kulit tahu berupa terigu khusus untuk ayam goreng, garam, penyedap rasa lalu diaduk hingga rata.

“Jadi, rasa gurih dan lezat tahu diperoleh dari adonan bumbu untuk baluran tahu. Selain itu, dari kulit saat proses penggorengan juga diberi penyedap rasa yang langsung terasa di lidah saat digigit,” beber Agus.

Setelah tahu diberi bumbu dan digoreng matang, tahu cripsy yang dibuat didinginkan sembari menunggu konsumen membeli tahu yang dijualnya. Meski sudah diberi bumbu pada tahu yang sudah digoreng, sebagai penambah cita rasa tahu cripsy buatannya, Agus masih menambah taburan berbagai varian rasa yang disukai konsumen.

Beberapa varian rasa dari bubuk bumbu khusus yang disediakan oleh Agus di antaranya varian rasa jagung, pedas manis, barbeque, cabe, keju, sapi panggang, cokelat serta beberapa varian lain. Varian rasa tersebut diakui banyak disukai anak-anak karena gurih, bahkan juga oleh orang dewasa yang ingin menjadikan tahu crispy sebagai camilan dan lauk makan nasi.

Sebagai camilan yang ikut meramaikan khasanah kuliner tradisional berpadu dengan rasa modern ini, Agus yang sudah berbisnis usaha kuliner selama lima tahun mulai dari ayam crispy menjual satu porsi tahu crispy-nya seharga Rp2500 untuk 20 potongan kecil tahu. Sebelum disajikan, dirinya menaburkan berbagai varian rasa sesuai dengan selera pelanggan untuk dimakan menggunakan piring atau dibungkus untuk dibawa pulang.

Dalam sehari, dirinya mampu mengantongi omzet sebesar Rp250ribu, belum termasuk hasil berjualan bubur ayam yang sekaligus juga ditekuninya. Minat masyarakat akan camilan tradisional tersebut diakuinya sekaligus didukung dengan lokasi berjualan yang dilakukan di dekat lingkungan sekolah dan jalan perlintasan pasar.

Cita rasa gurih dan nikmat tersebut juga diakui satu pelanggan, Emy, yang mengaku kerap membeli dua porsi tahu crispy yang dijual Agus di areal sekitar pasar Pasuruan menggunakan sebuah etalase khusus bertuliskan tahu crispy. Emy membeli tahu crispy sebagai lauk untuk makan dengan varian rasa pedas manis dan sapi panggang untuk menggugah selera makan.

“Rasa gurih dan lezat tahu cripsy dari kulitnya yang rasa ayam ditambahi rasa sapi panggang cocok disantap dengan nasi hangat untuk sarapan,” beber Emy.

Emy juga menyebut, pengolahan tahu crispy dengan varian rasa berbeda yang memanjakan lidah sekaligus mendorong bagi keluarganya untuk menyukai tahu. Saat tidak sempat membeli, dirinya terkadang menerapkan resep pembuatan tahu crispy dan membuatnya di rumah untuk disajikan kepada keluarganya.

Lihat juga...