Wagub Papua Minta TKA Dikurangi

MANOKWARI – Wakil Gubernur Papua Barat, Mohamad Lakotani, meminta perusahaan-perusahaan besar yang beroperasi di daerahnya untuk memprioritaskan warga lokal dalam merekrut tenaga kerja.

Ditemui di Manokwari, Sabtu (16/9/2017), Lakotani mengatakan, setiap investor yang hadir di Papua Barat harus memiliki komitmen untuk membantu pemerintah menekan angka pengangguran.

“Penggunaan tenaga kerja asing atau TKA harus dikurangi secara bertahap. Kami punya angka pengangguran harus masih lumayan,” kata dia.

Wagub mengakui, tenaga kerja di daerah ini masih membutuhkan pembinaan, terutama yang berhubungan dengan keahlian atau skill tertentu. Di tengah kondisi seperti itu, perusahaan diminta bisa melakukan pembinaan.

“Perlu ada pendampingan, misalnya dalam profesi atau jabatan tertentu yang dipegang oleh tenaga dari luar harus ada tenaga kerja kita yang mendampingi. Di situ mereka belajar dan jika saatnya kontrak kerja tenaga dari luar habis, adik-adik kita bisa menggantikan,” katanya, menjelaskan.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Papua Barat, Paskalina Yamlean, secara terpisah mengatakan, upaya pembinaan akan terus dilakukan.

Saat ini, pembinaan terfokus pada PT SDC Papua Cement Indonesia yang beroperasi di Kampung Maruni, Manokwari. “Kami masih terbatas dalam hal anggaran. Namun, sosialisasi terus kami lakukan, kami mendorong setiap perusahaan agar memiliki peraturan,” katanya.

Menurutnya, pengurangan jumlah tenaga kerja asing sudah dilakukan di Perusahaan Semen Manokwari. Perusahaan banyak mempekerjakan tenaga kerja dari Tiongkok tersebut perlahan melibatkan warga Papua pada jabatan strategis.

Saat ini, ujarnya, sudah ada beberapa warga Papua bekerja sebagai tenaga administrasi dan penerjemah di perusahaan tersebut. (Ant)

Lihat juga...