Sepi Kunjungan, Promosi Kerajinan Pasar Seni Perlu Digencarkan
MATARAM – Hasil kerajinan merupakan salah satu produk unggulan masyarakat pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) termasuk di Kota Mataram.
Produk kerajinan dihasilkan juga bervariasi, mulai dari kerajinan mutiara, kerang, cukli, ketak dan beberapa produk lain yang bahannya selain dari kayu dan rotan, sebagian lagi dihasilkan dari hasil limbah dengan disain unik bernilai seni yang tersebar di sejumlah pusat oleh-oleh maupun pasar seni
Di pasar seni Sayang-Sayang di Kota Mataram misalnya, berbagai produk kerajinan UMKM bisa ditemukan sebagai oleh-oleh untuk dijual kepada wisatawan, mulai dari tas, mutiara dan kerajinan lain dalam berbagai bentuk dan ukuran
Tapi dari sisi promosi yang dilakukan pemerintah masih minim dan sangat memprihatinkan, akibatnya keberadaan pasar seni Sayang-Sayang di Kota Mataram serta beberapa pusat oleh-oleh lain di Mataram sepi kunjungan.
“Kunjungan wisatawan untuk berbelanja oleh-oleh sepi, hanya di waktu tertentu saja ada kunjungan secara rombongan, itupun belum tentu semuanya berbelanja,” kata Hj. Padlun penjual oleh-oleh di pasar seni Sayang-Sayang, Jumat (29/9/2017).
Dikatakannya, rombongan wisatawan yang datang biasanya dibawa langsung oleh para pemandu wisata. Mereka mau datang membawa rombongan wisatawan dengan syarat harus mendapatkan komisi 15 persen dari penjualan.
Sementara kalau wisatawan yang datang secara perorangan jarang, hanya di waktu tertentu saja baru ada seperti hari libur. Selain hari itu, wisatawan yang datang tidak menentu, bahkan dalam satu hari bisa tidak ada sama sekali.
“Kunjungan wisatawan biasanya baru akan mulai ramai pada bulan Agustus hingga Desember setiap tahunnya, jelang memasuki tahun baru,” katanya.
Karena itulah atas kondisi tersebut, Padlun berharap, supaya pemerintah bisa lebih gencar melakukan promosi berbagai produk kerajinan yang dihasilkan UMKM, khususnya yang ada di pasar seni Sayang-Sayang sehingga penjualan tidak mengalami kelesuan.
Dampak Pindahnya Bandara
Zakiah, penjual aneka hasil kerajinan lain mengatakan, lesunya kunjungan dan penjualan aneka produk kerajinan di pasar Seni Sayang- ayang Kota Mataram, selain promosi yang masih kurang, juga diakibatkan karena pindahnya Bandara dari Selaparang Kota Mataram menuju Kabupaten Lombok Tengah.
“Dulu sebelum bandara pindah, kunjungan wisatawan ramai, terutama wisatawan mancanegara, di mana dalam sehari keuntungan yang didapatkan bisa mencapai 1 sampai 1,5 juta, sekarang tidak menentu,” katanya.
Setelah bandara pindah, hasil penjualan mengalami penurunan cukup drastis hingga mencapai 20 persen, penjual pun tidak bisa berbuat apa-apa.
Lebih lanjut Zakiah menambahkan, untuk menyiasati sepinya kunjungan wisatawan dan minimnya hasil penjualan melakukan penjualan via online di internet.
“Meski tidak besar, penjualan lewat internet lumayan, ada saja yang memesan satu dua orang. Tas dari ketak dan mutiara termasuk paling banyak dipesan,” tutupnya.