Perpustakaan RI Usulkan DAK 2018 Rp257,5 Miliar

JAKARTA — Ketua Perpustakaan RI, Muh Syarif Bando, mengusulkan agar program-program yang akan didanai oleh Dana Alokasi Khusus (DAK) pada 2018, sebesar Rp257,5 milliar, guna mengoleksi buku, sarana dan prasarana layanan, serta pelatihan sumber daya manusia (SDM).

Sebab, menurut Syarif, perpustakaan merupakan persoalan utama bangsa, mengingat indeks pembangunan manusia saat ini sangat rendah. Dia berharap, Komisi X DPR memulai dengan menyiapkan buku-buku untuk kepentingan generasi muda ke depan.

“Saya kira ini bukan persoalan anggaran yang kecil saja, tapi kita bagaimana bicara tentang potensi SDM untuk bisa lebih baik, jadi itu kata kuncinya,” tutur Syarif, saat gelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi X DPR RI bersama Ketua Perpustakaan RI, membahas Rencana Kerja Anggaran/ Kementerian Lembaga (RKA /KL 2018) di Gedung Nusantara I, Jakarta, Rabu (6/9/2017).

Syarif menyampaikan, dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana diamanatkan UUD 1945, perpustakaan dalam hal ini terus mengembangkan potensi masyarakat, agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat berilmu, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara demokratis.

“Jadi, apapun yang kami usulkan anggaran ini, karena menyangkut regulasi dan satu sisi mandat UUD 1945 dan UU pemerintahan daerah yang secara defacto perpustakaan dijadikan wahana belajar sepanjang hayat,” jelasnya.

Menanggapi paparan tersebut, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Abdul Fiqri Faqih, menekankan agar perpustakaan RI lebih intensif mengadakan sosialisasi perpustakaan keliling, sebagai implementasi pelaksanaan UU nomor 3 tahun 2017 tentang sistem perbukuan untuk mewujudkan buku bermutu, murah dan merata, karena untuk meningkatkan kecerdasan bangsa itu perlu ditumbuhkan budaya gemar membaca melalui perpustakaan keliling tersebut.

“Kita akan berjuang bersama, karena ini urusan wajib kita, sehingga peningkatan kecerdasan bangsa bisa tercapai,” kata Fikri.

Sementara berkait usulan DAK oleh Perpustakaan RI sebesar Rp257, 5 milliar itu, menurut Fikri, Komisi X DPR RI masih memerlukan pendalaman lebih lanjut. Komisi X DPR RI bersama Kepala Perpustakaan RI sepakat akan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada 9 Oktober 2017 mendatang dengan agenda pendalaman jawaban tertulis serta penyesuaian RKA/KL Tahun 2018 seusai pembahasan dari Badan Anggaran (Banggar DPR RI).

Lihat juga...