Pemkab Situbondo Alokasikan Rp6 Miliar Rehabilitasi Jaringan Irigasi
SITUBONDO — Pemerintah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur mengalokasikan anggaran sekitar Rp6 miliar untuk rehabilitasi jaringan irigasi yang sebelumnya tidak berfungsi dengan baik karena rusak berat diterjang banjir pada 2011.
“Nama kegiatan rehabilitasi jaringan irigasi ini yaitu Normalisasi dan Perkuatan Dam Kramat di Desa Bloro, Kecamatan Besuki. Dan tentunya rehabilitasi jaringan irigasi bertujuan untuk menunjang sektor pertanian,” ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Pemkab Situbondo Gatot Siswoyo di Situbondo, Rabu (13/9/2017).
Ia mengemukakan normalisasi dan rehabilitasi dam tersebut juga untuk menunjang upaya khusus swasembada pangan karena keberhasilan sektor pertanian sangat ditentukan oleh ketersedian air sebagai salah satu faktor yang mendukung pertanian.
Jaringan irigasi, katanya, menjadi pendukung keberhasilan pembangunan pertanian dan merupakan kebijakan pemerintah yang sangat strategis dalam pertumbuhan perekonomian nasional guna mempertahankan produksi swasembada beras.
“Sumber dananya untuk normalisasi dan rehabilitasi Dam Kramat ini dari Dana Alokasi Umum (DAU) Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2017. Normalisasi dan Perkuatan Dam Kramat perlu dilakukan karena sudah tidak berfungsi dengan baik,” ucapnya.
Gatot menambahkan setelah kegiatan ini selesai dikerjakan atau ditargetkan rampung pada Desember 2017, nantinya akan berfungsi mengaliri puluhan hektare areal persawahan di Desa Bloro dan Desa Langkap serta desa lainnya di Kecamatan Besuki.
“Harapan kami pasca normalisai dan rehabilitasi Dam Kramat nantinya akan semakin meningkatkan produksi pertanian khusunya di wilayah tersebut dan sekaligus dapat menunjang upaya khusus (upsus) swasembada pangan,” tuturnya (Ant).