Pemerintah Naikan Harga Beli Gabah, BPS Sumbar Sebut Harga Gabah Turun
PADANG — Meski pemerintah melalui Badan Urusan Logistik (Bulog) telah menetapkan menaikan harga pembelian gabah dan pegilingan petani sebesar 10 persen dari harga pembelian pemerintah (HPP) Rp3.750 per kilogram (gabah) dan Rp7.300 untuk tingkat penggilingan.
Ternyata pada Agustus 2017, harga gabah dan penggilingan di tingkat petani jika dibanding Juli 2017 untuk kualitas Gabah Kering Panen (GKP), mengalami penurunan sebesar 2,29 persen.
“HPP Bulog untuk gabah petani itu lebih rendah dari survei yang kita lakukan di lapangan. HPP Bulog Rp3.750, sementara yang di lapangan kita temukan harga gabah petani itu Rp4.575,47 per kilogramnya. Dari harga gabah yang di lapangan tersebut, BPS menemukan harga per kilogramnya itu menurun dari harga sebelumnya (Juli) yang mencapai Rp5.003,86 per kilogram,” jelas Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Sukardi, Senin (4/9/2017).
Ia menyebutkan, data yang menjelaskan terjadinya penurunan harga gabah itu, berdasarkan survei harga gabah petani ditingkat produsen gabah yang berasal dari 126 observasi di tujuh kabupaten di Sumbar, yang didominasi GKP sebesar 92 persen, sementara kualitas rendah 8 persen. Tujuh kabupaten itu, Kabupaten Pesisir Selatan, Solok, Padang Pariaman, Tanah Datar, Limapuluh Kota, dan Pasaman.
Sukardi mengatakan, harga gabah kualitas GKP terendah pada Agustus 2017 di tingkat petani dijumpai di Kabupaten Agam yaitu sebesar Rp4.200 per kilogram, sedangkan harga terendah ditingkat penggilingan juga di Kabupaten Agam yaitu Rp4.300 per kilogram.
Sementara harga tertinggi di tingkat petani terjadi di Kabupaten Solok yaitu sebesar Rp6.000 per kilogram. Sedangkan harga tertinggi ditingkat penggilingan juga terjadi di kabupaten Solok sebesar Rp6.100 per kilogramnya.

“Soal HPP itu, berdasarkan Inpres No. 5 Tahun 2015 tentang pengadaan gabah/beras dan penyaluran beras oleh pemerintah. Akan tetapi, yang kita survei itu tidak beranjak dari HPP Bulog. Tetapi dari kondisi di lapangan langsung, sehingga BPS menemukan telah terjadi penurunan harga gabah petani,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Bulog Divre Sumbar Benhur Ngkaimi mengatakan bahwa sejak Mei 2017 pemerintah telah menetapkan menaikan pembelian harga gabah petani sebesar 10 persen. Menurutnya, dengan naiknya harga pembelian gabah 10 persen itu, serapan beras di Sumbar bisa tercapai untuk tahun 2017 ini, yang ditergetkan sebesar 16.000 ton.
“Saat ini semenjak telah adanya kenaikan pembelian harga gabah petani itu sudah ada 3.500 ton beras atau masih 20 persen dari target tahun 2017 ini. Jumlah itu sudah jauh di atas capaian pada tahun-tahun sebelumnya, karena tahun lalu periode yang sama hanya 3000 ton,” tambahnya.
Ia menyebutkan, jika melihat pada target pemerintah secara nasional ada sebanyak 2 juta ton beras yang harus diserap. Secara umum kontribusi beras didominasi oleh Pulau Jawa, sementara di Pulau Sumatra, lebih didominasi oleh Lampung dan Palembang.
“Kita tergetkan jikapun tidak tercapai 16.000 ribu ton untuk Sumbar, setidaknya sampai Desember 2017 serapan beras bisa bertambah 4.500 ton lagi,” ujarnya.