SITUBONDO — Proyek pembangunan pelabuhan feri baru di Desa Jangkar, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, ditargetkan selesai akhir Desember 2017.
“Kami baru mengerjakan pembangunan pelabuhan penyeberangan di Kecamatan Jangkar ini, sejak pertengahan Agustus 2017. Dan diperkirakan membutuhkan waktu hampir lima bulan,” ujar Penanggung jawab pelaksana proyek PT Kurnia Jaya Wirabakti Surabaya, Cahyo Utomo di Situbondo, Sabtu (9/9/2017).
Ia mengemukakan, pembangunan pelabuhan feri baru tersebut berdampingan dengan pelabuhan lama dengan melakukan reklamasi sebagai tempat parkir kendaraan.
Pembangunan pelabuhan penyeberangan itu, katanya, sebenarnya membutuhkan waktu sekitar tujuh bulan karena selain setelah reklamasi juga dibangun “trestel” atau akses jalan dari dermaga menuju daratan.
“Yang jelas pelabuhan feri baru ini lebih menjorok ke tengah laut atau lebih panjang dari pelabuhan lama. Untuk reklamasi saja dari bibir pantai 90 meter dan ‘trestel’ 40 meter dan ditambah dermaganya sepanjang 230 meter ke tengah laut,” kata Cahyo.
Sebelumnya, Kepala Pelabuhan Feri Jangkar, Kabupaten Situbondo, Juni Dwi Hanggoro mengatakan, pelabuhan penyeberangan baru dibuat, karena pelabuhan lama yang selama ini digunakan umurnya sudah 33 tahun.
Selain umur bangunan pelabuhan sudah tua, lanjut dia, pelabuhan penyeberangan dari Jangkar menuju Pulau Raas, Pulau Sapudi dan Pelabuhan Kalianget, Kabupaten Sumenep, Madura, itu kondisinya juga sudah mulai banyak yang rusak.
Pembangunan pelabuhan tersebut menyerap anggaran sebesar sekitar Rp47 miliar Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Induk Provinsi Jatim.
Pelabuhan Feri Jangkar direncanakan menjadi pelabuhan besar yang menghubungkan ke Pelabuhan Padangbai Bali, Pelabuhan Lembar Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). [Ant]