Pelari Maroko Juarai Maraton di Beijing

BEIJING – Pelari asal Maroko, Salah Eddine Bounasr, menjuarai lari maraton pria di Beijing, China, Minggu (17/9/2017), dengan catatan waktu 2 jam, 11 menit, 18 detik.

Sementara itu, Beyene dari Ethiopia menjadi juara di kelompok putri. Pelari tuan rumah, Li Zicheng berada di peringkat kesembilan kelompok putra dan He Yinli harus puas finis di posisi kelima kelompok putri.

Ajang kejuaraan tahun ini tergolong istimewa, karena para peserta berlomba di bawah cuaca yang cerah. Padahal, biasanya para peserta berlomba di bawah kabut musim dingin.

Lebih dari 30 ribu peserta dari 33 negara yang berpartisipasi dalam ajang tersebut memulai lomba berjarak 42,195 kilometer dari Lapangan Tianmen dan berakhir di Stadion Olimpiade Beijing.

Hampir 100 ribu orang tumpah ruah dalam ajang kejuaraan maraton tahun ini. Di tengah tingginya permintaan, beberapa orang terpaksa mendapatkan nomor peserta dari pasar gelap.

Panitia mematok biaya pendaftaran untuk warga setempat sebesar 200 RMB (Rp420 ribu), namun di pasar gelap untuk bisa mendapatkan satu nomor dada, para peserta harus merogoh kocek hingga 2.000 RMB (Rp4,2 juta).

Pihak panitia mengumumkan, bahwa peserta yang kedapatan memberikan nomor dada kepada peserta lain akan dikenai sanksi berupa larangan mengikuti ajang tersebut selama seumur hidup.

Namun, beberapa orang menyatakan, pihak panitia tidak akan mampu mengidentifikasi para peserta yang jumlahnya mencapai 30 ribu orang itu. Untuk mencegah kecurangan, para panitia untuk pertama kalinya menggunakan teknologi baru yang bisa mengindentifikasi peserta melalui alat pemindai autentifikasi di sepanjang perlintasan.

Dalam beberapa tahun terakhir, lari maraton telah menjadi olahraga kelas menengah di berbagai negara. Kejuaraan maraton di Beijing mulai digelar pada 1981 dan telah masuk dalam agenda nasional. (Ant)

Lihat juga...