Pelabuhan Adikarta Selesai 2020

YOGYAKARTA –  Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) DIY, Sigit Sapto Raharjo, mendorong masyarakat sekitar memanfaatkan pelabuhan Tanjung Adikarta di Desa Karangwuni, Wates, Kulonprogo, untuk kegiatan wisata. Hal ini dilakukan mengingat proses penyelesaian pembangunan pelabuhan yang tertunda itu baru akan selesai pada 2020, mendatang.

Pengurus Pokdawis Adikarto Manunggal, Karwo Aziz Purwanto, (biru). -Foto: Jatmika H Kusmargana

Pemanfaatan pelabuhan sebagai obyek wisata bahari itu diharapkan dapat meningkatkan pendapatan serta kesejahteraan masyarakat sekitar, sembari menunggu operasional pelabuhan Tanjung Adikarta yang mangkrak. Selain itu, juga secara tidak langsung mendorong masyarakat sekitar untuk ikut merawat dan menjaga keberadaan pelabuhan Tanjung Adikarta itu sendiri.

“Pemerintah DIY bukan ingin mengubah masyarakat dari bertani menjadi berlayar. Tapi, bagaimana nelayan bisa mencari nafkah dari pantai selatan. Tidak hanya mencari ikan saja, tapi juga memanfaatkan perahu untuk kegiatan wisata. Kita bebaskan pelabuhan ini dimanfaatkan masyarakat sebelum pembangunan selesai,” katanya, usai acara Festival Nelayan Among Tani Dagang Layar di Pelabuhan Tanjung Adikarto, Minggu (17 /9/2017).

Sigit mencontohkan, pemanfaatan pelabuhan untuk kegiatan wisata dapat dilakukan dengan cara menyewakan perahu nelayan untuk mengangkut wisatawan berkeliling dermaga. Atau juga dengan menyewakan kendaraan APV atau motor trail, sebagai jasa mengangkut wisatawan dari lokasi parkir ke kawasan pantai. Bekerjasama dengan Pokdawis dan Pemdes, warga juga dapat menarik retribusi ke kawasan pantai dan pelabuhan. Termasuk mengembangkan pelabuhan dengan potensi kuliner yang dimiliki.

“Silahkan warga masyarakat berinovasi. Monggo, saya bebaskan. Tujuan utamanya bukan untuk menambah PAD, tapi bagaimana pemasukan nelayan dan kesejahteraan warga sekitar meningkat. Saya hanya minta agar pelabuhan tetap dijaga. Parkir juga jangan sampai ke pantai,” katanya.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) DIY Sigit Sapto Raharjo, (batik) –Foto: Jatmika H Kusmargana

Sementara itu, penggurus Pokdawis Adikarto Manunggal, Karwo Aziz Purwanto, menyambut baik upaya pemerintah yang mendorong pemanfaatan pelabuhan Tanjung Adikarta untuk kegiatan wisata. Termasuk dalam menggelar berbagai even kegiatan guna menarik minat wisatawan. Hanya saja ia berharap, mendapat kepastian terkait batasan pengelolaan pelabuhan saat sudah mulai beroperasi nantinya.

“Kendalanya kita belum tahu secara pasti bagaimana sistem pengelolaannya jika nantinya pelabuhan ini sudah mulai beroperasi. Karena kita tidak ingin nanti sudah berinvestasi besar, namun saat pelabuhan mulai beroperasi ternyata kita tidak bisa jalan lagi,” katanya.

Karwo sendiri mengaku masih terus melakukan penjajakan sekaligus koordinasi dengan pihak terkait untuk mengembangkan Pelabuhan Tanjung Adikarta sebagai kawasan wisata bahari. Pihaknya berharap, rencana pemerintah memanfaatkan pelabuhan Tanjung Adikarta sebagai kawasan wisata segera bisa terealisasi. Termasuk saat pelabuhan beroperasi penuh nantinya, pokdarwis tetap dapat ikut ambil bagian dalam mengelola secara berdampingan.

“Saat ini kita masih fokus untuk mengelola dan mengembangkan wisata pantai Karangwuni. Untuk pelabuhan masih belum. Sementara ini kita hanya memaksimalkan dengan menggelar berbagai even kegiatan untuk menarik wisatawan,” katanya.

Lihat juga...