PAUD di Biak Ini Butuh Bantuan Peraga Bermain Anak
BIAK — Lembaga pendidikan anak usia dini Victory (PAUD) Kampung Urfu, Distrik Yendidori, Kabupaten Biak Numfor, Papua, mendambakan bantuan sarana alat peraga tempat bermain anak sebagai penunjang program edukasi peserta didiknya.
“Fasilitas tempat bermain anak belum lengkap seperti sekolah di kota, ya ini karena keterbatasan dana untuk membeli sarana prasarana alat edukasi belajar anak,” ungkap guru pengelola PAUD Victory Hagar Ronsumbre dihubungi di Kampung Urfu, Kamis (21/9).
Ia mengakui peserta belajar anak usia dini mengikuti pendidikan Paud di Kampung Urfu mencapai 36 siswa dengan dominan latar belakang keluarga yang memiliki kemampuan ekonomi kurang.
Hagar berharap adanya dukungan bantua sarana prasarana belajar yang lengkap sehingga mampu menunjang program pembelajaran edukasi anak di PAUD Urfu.
Menyinggung insentif yang diterima tenaga guru PAUD, menurut Hagar, untuk honor yang diterima tidak menentu hingga triwulan sekali tergantung bantuan dana operasional yang diberikan lewat dana desa Kampung Urfu.
Hagar menyebut tugas menjadi guru PAUD sangat berat karena mendidik anak usia dini dengan berbagai kekurangan dan keterbasan alat peraga edukasi diperlukan kiat khusus mengajar.
“Ya puluhan anak yang menuntut ilmu di lembaga PAUD kampung Urfu merupakan generasi penerus bangsa Indonesia sehingga perlu diberikan pembelajaran pendidikan sesuai kebutuhan tumbuh kembang anak usia dini,” ungkapnya.
Kepala Bidang Pendidikan Luar Sekolah Dinas Pendidikan Biak Arius Mirino mengatakan pemerintah menargetkan di setiap kampung disediakan lembaga PAUD untuk tempat belajar anak usia dini.
“Perkembangan lembaga pendidikan anak usia dini di Kabupaten Biak Numfor setiap tahun mengalami peningkatkan hingga mencapai 100-an PAUD dikelola lembaga gereja, pusat kegiatan belajar masyarakat, lembaga pendidikan Islam, lembaga TNI/Polri serta instansi pemerintah daerah,” ujarnya.
Berdasarkan program bersama Kementerian Pemberdaaan Perempuan Perlindungan Anak dan Kementerian Desa Daerah Tertinggal serta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ditargetkan setiap satu desa atau kampung didirikan lembaga PAUD (Ant).