Sari Tebu Alami, Menghilangkan Dahaga Dikala Panas Menyengat

JAKARTA — Meski berstatus kota besar, namun kuliner tradisional masih terus menjadi salah satu rujukan bagi masyakarat. Seperti halnya sari tebu alami.

Ujang Sujana (43) pedagang di pinggir jalan Ciputat, Tangerang Selatan misalkan, dalam satu hari, ia mampu menjual 100 gelas dengan harga Rp3.000 dari pagi hingga sore. Langganannya pun beragam, mulai tukang ojek hingga pekerja kantoran yang kebetulan lewat di jalan tersebut.

Ia menuturkan, usaha yang ditekuni bermodalkan sebuah gerobak dan satu set penggiling tebu. Bahan baku dua ikat batang tebu yang masing masing memiliki 15 batang. Satu ikan ia merogoh kocek lebih kurang Rp60.000. Untuk satu hari modal yang dikeluarkan lebih kurang Rp100.000 yang juga untuk pembelian bahan bakar untuk penggiling tebu.

“Keuntungan perhari bisa melebihi modal yang dirinya keluarkan yakni 200 ribu dan bisa memenuhi kehidupan rumah tangganya bersama istri dan ketiga anaknya,”katanya.

Proses penggilingan tebu/Foto: M. Fahrizal

Dijelaskan, untuk menghasilkan sari tebu alami dibutuhkan bahan-bahan seperti batang tebu dan bila ingin membuat segar ditambah dengan es batu. Proses untuk satu ikat batang tebu dibutuhkan 20 kali penggilingan. Batang tebu yang telah dikupas kulitnya bisa bertahan sampai 2 hari, sedangkan untuk batang tebu yang belum dikupas kulitnya tidak boleh lebih dari 5 hari.

Air tebu yang ditampung selama proses penggilingan disaring agar serat-serat yang jatuh saat penggilingan tidak masuk ke dalam gelas. Minuman sari tebu alami ini diminati para pengendara kendaraan, baik roda dua maupun roda empat yang melintas di lokasi tempat dirinya berdagang.

Dirinya menjelaskan bahwa memilih lokasi menetap di trotoar jalan raya sasaran pembelinya yakni para pengendara sepeda motor yang melintas sedangkan untuk mengharapkan warga sekitar bisa dikatakan jarang.

Para pengendara kendaraan bermotor ada yang menikmati dapat singgah di tempat yang telah disediakan atau dibungkus dengan kantong plastik bening yang dapat dinikmati dimana saja.

“kalau dibilang keinginan buka tempat khusus atau gerai sari tebu alami, keinginan itu ada, namun memerlukan modal besar dan tentunya lokasi gerai untuk berjualan harus strategis, saya masih mikir-mikir lagi, takut pelanggan yang biasa datang tiap siang kehilangan. Untuk di wilayah Jakarta sendiri saya dan teman-teman sedang mencari lokasi untuk berjualan karena kita tahu kalau di Jakarta jarang penjual sari tebu alami,”katanya lagi sambil tersenyum menutup bincang-bincang.

Lihat juga...