Kerusakan Jalan ke Pedalaman Kotim Makin Parah

SAMPIT – Ketua Fraksi Kebangkitan Hati Nurani DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalteng, H Abdul Khalik mengaku, sangat prihatin atas kerusakan jalan yang makin parah, bahkan sampai menimbulkan korban jiwa.

“Seperti kerusakan jalan di Parenggean sudah sampai menimbulkan korban jiwa. Belum lama ini ada warga yang meninggal dunia setelah sepeda motor yang dikendarainya menabrak lubang akibat jalan rusak,” kata Abdul Khalik di Sampit, Jumat.

Kondisi ruas jalan poros Parenggean kini makin rusak, padahal ruas ini akses utama enam kecamatan di kawasan utara. Banyak lubang akibat aspal terkelupas sehingga sangat membahayakan pengguna jalan.

Anggota Komisi I ini menuding kerusakan jalan dipicu tingginya aktivitas truk bermuatan berat, khususnya pengangkut hasil perkebunan kelapa sawit. Truk-truk besar itu mengangkut buah tandan segar kelapa sawit melebihi kapasitas kemampuan jalan.

Kemampuan jalan di Kotawaringin Timur hanya delapan ton muatan sumbu terberat, namun faktanya truk sawit membawa muatan sampai lebih dari 20 ton sehingga membuat jalan cepat rusak.

Kondisi ini sangat disayangkan karena dampak kerusakan jalan tersebut mengganggu aktivitas masyarakat luas. Kerugian besar dialami daerah karena hingga saat ini daerah sama sekali belum diberi hak menikmati dana bagi hasil dari sektor perkebunan.

“Kami meminta polisi dan Dinas Perhubungan menindak tegas truk yang membawa muatan melebihi kapasitas. Apalagi truk-truk itu umumnya berplat non-KH (luar Kalimantan Tengah) sehingga bayar pajaknya juga di luar daerah. Padahal beroperasi di Kotawaringin Timur,” tandas Abdul Khalik.

Legislator dari Partai Kebangkitan Bangsa ini mengatakan, ruas jalan poros Parenggean berstatus jalan provinsi. Artinya, kewenangan dan tanggung jawab memperbaiki kerusakan jalan tersebut ada pada Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. (Ant)

Lihat juga...