Kenyalnya Kikil Gulai Tunjang Kuah Kuning Menggoyang Lidah

LAMPUNG — Bagi pecinta makanan khas Padang, gulai kikil tunjang kuah kuning kerap dijumpai di sejumlah rumah makan ampera, seperti halnya ditemui di Jalan Lintas Timur Lampung.

Aisyah, juru masak di Rumah Makan Ranah Balingka menyebutkan, gulai tunjang kuah kuning merupakan menu masakan khas Minang Sumatera Barat terbuat dari kikil kaki sapi pilihan dan diolah menggunakan bumbu pilihan.

Gulai tunjang dimulai dengan membersihkan bagian tulang kaki sapi. Kikil yang masih menempel sengaja dibiarkan sehingga saat disajikan lengkap bersama tulangnya.

Proses pemasakan gulai tunjang dilakukan hingga empuk dicampur bumbu yang menambah cita rasa [Foto: Henk Widi]
Proses perebusan pada tahap awal dilakukan untuk membuat empuk kikil sapi selama hampir dua jam sebelum dimasak dengan menambahkan jahe, daun salam untuk menghilangkan bau khas pada tunjang sapi.

“Proses perebusan dilakukan untuk membuat empuk kikil tanpa diberi bumbu lengkap karena tunjang masih akan dimasak menggunakan bumbu-bumbu lain untuk membuat gulai bumbu kuning,” terang Aisyah salah satu juru masak Rumah Makan Ampera Ranah Balingka di Jalan Lintas Timur Lampung saat ditemui Cendana News, Sabtu (9/9/2017).

Kunci kelezatan gulai tunjang diakuinya berasal dari bumbu bumbu dan bahan yang disediakan di antaranya santan kelapa, daun jeruk, daun salam, batang serai, asam kandis, penyedap rasa, gulai pasir serta garam. Selain bumbu tersebut yang cukup penting di antaranya bawang merah, bawang putih, cabai merah besar, kunyit, lengkuas dan kemiri yang semuanya dihaluskan dengan cara diulek.

Kikil yang sudah masak dalam proses perebusan pada tahap awal selanjutnya mulai diolah dengan menggunakan santan dicampur semua dengan bumbu bumbu tersedia serta ditambah garam, gula dan penyedap. Warna kuah yang kuning diperoleh dari kunyit yang mengental ditambah bumbu bumbu lain dan terus diaduk hingga tercampur merata.

Selain dimasak tanpa campuran, tunjang juga menurut Aisyah kerap dimasak menggunakan sayur nangka santan yang disukai oleh para pelanggannya. Menu gulai tunjang kerap disajikan dengan nasi hangat yang ditaburi kuah kuning penggugah selera makan pelanggan yang kerap datang untuk makan siang di rumah makan tersebut.

Ashan, salah satu pelanggan di Rumah Makan Ranah Balingka menyebut menikmati gulai tunjang paling nikmat disantap tanpa sendok bahkan ia menyukai makan tunjang menggunakan tangan lengkap dengan nasi hangat serta sambal dan lalapan yang menggugah selera. Kuah kuning yang kental dan dicecap dengan tekstur kikil yang lembut membuat nafsu makan siangnya menjadi berselera dengan kikil tunjang kenyal yang menggoyang lidah.

“Gulai tunjang saya pesan sekali kali karena mengandung lemak yang tinggi tapi karena hobi makan tunjang juga saya imbangi dengan mengonsumsi sayuran agar tidak terkena kolesterol,” terang Ashan.

Gulai tunjang siap dihidangkan untuk dinikmati [Foto: Henk Widi]
Menu gulai tunjang yang disantapnya lengkap dengan satu porsi nasi dan es teh diakuinya terbilang cukup bersahabat bagi kantong karena cukup dengan merogoh kocek Rp15.000 ia sudah bisa melepas rasa lapar dan dahaganya menggunakan menu gulai tunjang kuah kuning.

Lihat juga...