Kementan Bantu Petani Lebak Anyar Pompa Air

JAKARTA  – Kementerian Pertanian melalui tim upaya khusus (upsus) Jawa Barat menyerahkan bantuan pompa air bagi kelompok tani di Desa Lebak Anyar Purwakarta. Sebanyak 20 pompa diperbantukan untuk 20 kelompok tani untuk membantu mendapatkan suplay air bagi lahan pertaniannya.

Situasi kekeringan yang terjadi dikawatirkan akan menyebabkan kegagalan panen. Sementara saat ini sedikitnya 40 hektar sawah di Desa Lebak Anyar, Kecamatan Pesawahan Purwakarta sudah mulai menghijau. Sehingga akan sangat membutuhkan banyak suplay air bagi pertumbuhannya.

“Saya senang sekali melihat hamparan hijau begini. Lokasi sebelumnya membuat sedih. Kasihan para petani,” kata Pimpinan Upsus Jawa Barat Kementan Banun Harpini, Minggu (17/9/2017).

Pompa air yang diperbantukan memiliki kapasitas memompa air dengan debit besar. Satu pompa dikliam bisa mengairi sawah seluas satu hektare selama satu jam. Dengan perhitungan yang dimiliki, ke-20 pompa air yang diperbantukan diyakini bisa memenuhi kebutuhan air untuk 40 hektar lahan yang sudah menghijau tersebut.

Tim Upsus Jabar meninjau lokasi kekeringan dan korban hama wereng batang cokelat (WBC) selama dua hari dan berakhir Minggu di Desa Lebak Anyar. Dari pengamatan yang dilakukan, kondisi di lapangan dianggap masih cukup positif dan melegakan. Keberadaan 40 hektar sawah yang menghijau  tersebut sangat berbeda dengan dengan kondisi pada lokasi lainnya yang terbilang memprihatinkan, mengingat puluhan hektare lahan sawah dibiarkan kosong akibat terserang WBC dan kerdil rumput serta kekeringan.

Saat ini padi di desa tersebut sudah berumur dua bulan. Keadaan rumput tanamannya sudah menghijau. Namun menghadapi situasi yang ada Banun menyebut cukup optimis Purwakarta stok beras tetap aman.

Sebelumnya, para petani dibantu TNI mencoba menaikkan air dari kali kecil di kampung, namun hasilnya nihil. Setelah mesin pompa diutak-atik, air bisa menyembur deras hingga membuat petani lega. Berdasarkan laporan Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) periode Januari-Agustus 2017, kekeringan tahun 2017 yang terdampak seluas 56.334 ha dan puso 18.516 ha. Angka ini lebih sedikit dibandingkan periode yang sama pada 2016, yakni terkena 66.922 ha dan puso 7.265 ha. (Ant)

 

Lihat juga...