Minat Siswa Maumere Belajar Gitar dan Piano Klasik Meningkat

MAUMERE –– Banyaknya siswa yang tertarik mengikuti les gitar dan piano klasik sejak diperkenalkan membuat Sekolah Manengah Kejuruan (SMK) Yohanes XXIII Maumere terus konsen mengembangkan kegiatan ekstrakurikuler ini demi mengasah bakat dan keterampilan anak didik.

Demikian disampaikan kepala sekolah SMK Yohanes XXIII Marselus Moa Ito saat ditemui Cendana News di ruangannya Kamis (7/9/2017) terkait dengan kegiatan ekstrakurikuler di sekolahnya.

Dikatakan Moa Ito, jumlah siswa di sekolahnya mencapai 700 orang di mana selain mengembangkan kegiatan ekstrakurikuler multimedia seperti fotografi dan video serta seni tari bidang olahraga, pihaknya juga terus memacu bakat anak didik di bidang seni khususnya gitar dan piano klasik.

“Untuk piano klasik kami harus membayar pelatih dari luar yang ahli di bidangnya agar anak didik bisa mendapatkan ilmu yang berkualitas dan bisa menjadi bekal bagi mereka selain di bidang ilmu pengetahuan yang diajarkan di sekolah,” sebutnya.

Selain itu kata Moa Ito, dalam dua bidang seni gitar dan piano klasik ini sekolahnya belum mengikuti dan Kabupaten Sikka masih tertinggal dan bekum meraih prestasi maksimal khususnya dalam Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat provinsi dan juga tingkat nasional provinsi NTT pun belum meraih hasil makssimal.

“Kami ingin agar para siswa yang memiliki bakat bisa dipoles menjadi lebih mahir sehingga mereka bisa meraih prestasi dan mengharumkan nama sekolah dan daerah hingga tingkat nasional,” sebutnya.

Semakin Mahir

Guru pembimbing gitar SMK Yohanes XXIII Maumere Oktavianus Sale saat ditemui Cendana News Kamis (7/9/2017) di sekolahnya mengatakan, bakat dan keterampilan siswa serta kemampuan siswa dalam bidang musik khususnya gitar dan piano klasik terus mengalami peningkatan.

Fino sapaannya mengatakan, anak didiknya setelah dilatih ternyata mereka memiliki bakat dan kemampuan yang baik dan mudah membaca not serta tidak membutuhkan waktu lama untuk menguasai teknik bermain muski dengan baik.

“Anak-anak kami siap bila nanti mengikuti lomba-lomba musik khususnya gitar dan piano klasik untuk tingkat SMk baik di kabupaten maupun di provinsi serta lomba di FLS2N sebab mereka telah kami bekali dengan kemampuan bermain alat musik dengan baik,” tegasnya.

Para siswa yang mengikuti les gitar tahun 2016 lalu terang Fino saat ini sudah mahir sebab selalu diikutsertakan dalam pagelaran seni di sekolah maupun di tingkat kabupaten sehingga mereka sudah terbiasa mengikuti pentas dan tampil di depan umum.

“Ketika pertama kali dibuka pada 2016 lalu siswa yang ikut les sekitar 20 orang dan tahun ini pun jumlahnya sama dan rata-rata sudah memiliki bakat dan kemampuan dasar bermasik gitar dan piano sehiingga hanya butuh sedikit latihan,” ungkapnya.

Yang paling susah dipelajari sebut Fino yakni penjarian di mana dibutuhkan waktu lama danketekunan untuk melatih para siswa. Sebab jari jemari mereka masih sedikit kaku dalam memainkan alat musik, sementara untuk accord hampir semua siswa sudah menguasai.

“Jangan putus asa dan tetap tekun untuk belajar dan berlatih sebab sebuah kesuksesan itu diawali dari sebuah kegagalan dan ini selalu saya tanamkan dalam diri para siswa sebab mereka sudah memiliki bakat di musik,” pesannya.

Kepala sekolah SMK Yohanes XXIII Marselus Moa Ito/Foto: Ebed de Rosary

Merasa Bersyukur

Maria Theodora Eda Lebuan siswi kelas XI B2 Jurusan Akuntansi SMK Yohanes XXIII yang ditemui Cendana News di sekolahnya mengaku tertarik mengikuti les gitar sebab memiliki hobi dan sejak kecil selalu bermain gitar sehingga mengikuti les gitar untuk meningkatkan kemampuan.

Setiap hari Senin sampai Jumat sejak pukul 15.30 WITA hingga 17.30 WITA Leri sapaannya mengaku selalu mengikuti les gitar di sekolahnya dan selalu tampil mengikuti pentas musik di tingkat kabupaten dan dirinya mengaku siap mengikuti lomba di tingkat kabupaten atau provinsi baik mewakili sekolah atau pribadi.

“Saya selalu tertarik bermain gitar dan sering pentas sehingga meski nanti melanjutkan kuliah di jurusan akuntansi saya tetap menekuni musik dan terus meningkatkan kemampuan bermain gitar,” tuturnya.

Hal senada juga disampaikan Agnes Sonita Lapugama siswi SMK Yohanes XXIII lainnya yang juga mengikuti les piano klasik sebab sejak kecil selalu bermain keyboard di drum band sekolah serta di rumah.

Sonita sapaannya juga mengaku merasa senang dan tidak merasa kesulitan bermain piano hanya perlu latihan khusus dan serius agar bisa memainkan lagu-lagu klasik yang tergolong susah.

“Kalau mengiringi lagu pop dan lainnya tdiak susah tapi kami belum terbiasa memainkan lagu-lagu klasik sehingga saya selalu tekun berlatih agar bisa menjadi pemain piano yang baik meski nantinya kuliah di jurusan psikologi,” ungkapnya.

Sonita pun mengaku bangga bisa mengikuti les piano klasik di sekolahnya yang diselenggarakan secara gratis sehingga bisa mendapatkan tambahan pengetahun dan meningkatkan kemampuan bermusik dirinya yang terus ditempa setiap hari lewat kegiatan ektrakurikuler di sekolahnya.

Lihat juga...