Jalan Amblas KM 4,5 Soekarno Hatta Kota Balikpapan, Perbaikan Belum Permanen
BALIKPAPAN — Jalan amblas di jalan Km 4,5 Soekarno Hatta, Balikpapan Utara yang rusak sejak lama ini, hingga kini belum bisa diperbaiki dengan permanen. Jalan tersebut dilakukan perbaikan penambalan aspal hanya sementara, kemudian kembali amblas sehingga pengendara harus waspada dalam berkendaraan.
Jalan menjadi berpasir, berdebu dan bergelombang juga dikeluhkan warga setiap melintasi karena jalan itu ada jalan utama warga menuju Kota Samarinda dan Pelabuhan Peti Kemas Kariangau.
Kepala Preservasi dan Peralatan, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional XII, Khanif Ashar menuturkan jalan amblas itu sementara diperbaiki dengan ditambal, dan kondisi tambalan hanya untuk sementara. Karena perbaikan dengan tambalan tidak akan bertahan lama dan upaya yang dilakukan pemerintah adalah bagaimana jalan tersebut bisa dilintasi pengendara.
“Yang kami lakukan adalah bagaimana caranya agar lalu lintas di kawasan tersebut bisa kembali lancar dan berfungsi normal. Kami juga sedang berupaya bagaimana caranya ada penanganan struktur. Seperti yang ada di KM. 23 dekat pos PJR. Di sana itu pakai pancang. Tetapi kami belum bisa memastikan tekniknya di lokasi saat ini. Masih dalam proses penyelidikan oleh tim kami,” jelasnya saat dihubungi, Kamis (7/9/2017).
Menurutnya, tambalan sementara hanya akan bertahan satu bulan. Selanjutnya jalan dipastikan akan kembali amblas. Pada penambalan jalan kali ini ada upaya menambah struktur agregat agar dapat menahan beban kendaraan berat yang biasa melintasi.
“Kemungkinan bisa amblas lagi, tetapi dibandingkan penambalan sebelumnya, kali ini kami pasang agregat untuk lebih kuat. Kondisi itu tetap tidak menjadi solusi,” terangnya.
Dijelaskannya, terbatasnya anggaran tahun ini belum bisa melakukan penanganan struktur. Rencananya baru diusulkan dan dicairkan tahun depan melalui APBN. Dimana dana yang tersedia saat ini hanya digunakan untuk pemelihaan jalan.
“Sejak awal tahun hingga Agustus 2017 kami sudah lakukan penambalan jalan di KM 4,5 itu enam kali. Anggaran pemeliharaan di sana variatif, dari Rp10 juta hingga Rp20 juta sekali tambal,” sebutnya.
Dari pantauan Cendananews, sejak satu tahun terakhir jalan itu cepat amblas apabila perbaikan penambalan dilakukan. Bahkan di kawasan itu kerap terjadi kemacetan lalu lintas mengingat jalan itu adalah jalan utama menuju Kota Samarinda dan Pelabuhan Peti Kemas Kariangau dan Pelabuhan Penyeberangan Feri.
Kemacetan terjadi pada jam-jam padat yaitu pada pagi hari dan siang hari sehingga pihak kepolisian rutin mengatur lalu lintas di kawasan tersebut untuk melancarkan lalu lintas. Pengendara bermotor harus mengurangi laju kendaraan lantaran kondisi jalan tidak rata dan rentan jatuh karena pasir yang ada.