Endang Srikarti Dorong Ratusan Tenaga Kerja Merajut Usaha Sendiri
SOLO — Anggota DPR RI Komisi VI, Endang Srikarti Handayani, meminta ratusan tenaga kerja yang mendapat pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) Boyolali, Jawa Tengah, tak hanya bekerja sebagai buruh pabrik.
Lebih jauh, Politisi Partai Golkar itu menegaskan jika tenaga kerja yang telah mendapatkan pelatihan agar membuka usaha sendiri, meskipun kecil. “Usaha kecil dulu tidak apa-apa, yang penting jangan kerja di bawah tangan orang lain,” papar Endang saat memberi pembekalan pemasyarakatan Gerakan Kewirausahaan Nasional 2017, di BLK Boyolali, Jumat (15/9/2017).
Dorongan untuk merajut usaha mandiri tersebut sebagai langkah strategis bagi tenaga kerja setelah mendapatkan pelatihan di BLK. Sebab, selain mendapat pelatihan, tenaga kerja juga diberikan bantuan permodalan serta pendampingan dari pemerintah.
“Karena pemula, hasil latihan harus menjadi modal utama dalam menjalankan kerja ke depan. Harapannya yang sudah mendapat pelatihan kerja dapat menciptakan usaha sendiri,” tekan Endang.
Politisi dari Dapil V Jawa Tengah itu juga menghimbau, bagi tenaga kerja yang terpaksa bekerja di pabrik, tetap harus mengedepankan kualitas kinerjanya. Sebab, meski bekerja sebagai buruh, harus tetap menjaga sistem yang dijalankan sebuah perusahaan.
Endang juga meminta, bagi tenaga kerja yang mulai merajut usaha mandiri agar mengajak teman ataupun tetangga yang merantau ke luar kota untuk kembali ke kampung halaman. Tujuannya adalah agar bersama-sama membangun ekonomi masyarakat, mulai dari lingkungan sendiri.
“Mereka yang merantau di kota dan hanya menganggur diajak untuk pulang kampung supaya bisa merajut ekonomi sendiri. Kalau sudah jadi bos kan bisa buka lapangan kerja bagi yang lain,” imbuhnya.
Sementara itu, Asisten Debuti Pengembangan Kewirausahaan, Sumber Daya Manusia Kementerian Koperasi dan UKM RI, Budi Sutopo menambahkan, pemerintah selalu mendorong tenaga kerja untuk bisa memanfaatkan semua peluang yang ada, baik usaha mandiri atau lainnya. Pelatihan melalui BLK ini diantaranya di bidang garmen, katering, las, pangan serta lain sebagainya.
Selain pelatihan, pemerintah juga menyiapkan suntikan modal hingga Rp 13 juta per orang untuk membuka usaha mandiri. “Pemerintah juga memberikan pendampingan, ada pula melalui Pusat Layanan Terpadu. Untuk mendapatkan modal usaha ada syaratnya, minimal mendapatkan sertifikasi dari BLK dan rekomendasi,” ungkap Budi.
Harapannya, setelah mendapat pelatihan kerja dan suntikan modal dari pemerintah, tenaga kerja mampu membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain. Terutama, tenaga kerja yang belum memiliki lapangan pekerjaan, sehingga bisa mengurangi angka pengangguran.
“Kalau pengangguran berkurang, artinya angka kemiskinan juga akan semakin turun. Langkah ini bisa diawali dari hal terkecil, yakni dari lingkungan sendiri,” tandasnya.