Ekonom: Penerbangan Kupang-Darwin Harus Berdampak Ekonomis

KUPANG — Pengamat ekonomi Dr James Adam, MBA mengatakan pembukaan kembali rute penerbangan Kupang-Darwin yang sempat ramai pada era 1990-an harus berdampak ekonomis.

“Agar berdampak ekonomis, maka pergerakan barang-barang terutama angkutan balik tol laut itu dapat terisi karena selama ini hanya mengangkut penumpang. Setelah bisnis dirasa telah terbangun, ekspor ikan dalam jumlah besar bisa dilakukan sehingga saling menguntungkan,” katanya di Kupang, Minggu malam (10/9/2017).

Anggota IFAD (International Fund for Agricultural Development) untuk program pemberdayaan masyarakat pesisir NTT, mengatakan hal itu terkait rute penerbangan Kupang, NTT menuju Darwin, Australia akan dibuka kembali untuk mengoptimalkan ekspor ikan.

“Kita tahu ada konektivitas dari Kupang ke Darwin. Saya minta dikumpulkan dulu pedagang dan nelayan untuk kirim ikan ke Surabaya dan Jakarta. Kalau keekonomiannya sudah terbangun, bisa ekspor ke Darwin,” kata Menhub, BUdi Karya, dalam peninjauannya ke fasilitas pelabuhan dan bandara di NTT dan NTB, Minggu.

Menhub menjelaskan setidaknya penerbangan Kupang-Darwin untuk mengoptimalisasi ekspor ikan butuh waktu sekitar tiga bulan yakni dengan membangun bisnis perikanan terlebih dahulu sekitar satu sampai dua bulan pertama.

Mantan dosen Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang itu berharap Nusa Tenggara Timur harus menangkap dan memanfaatkan peluang ekspansi penerbangan ini untuk membuka konektivitas perhubungan, perdagangan dan sektor pariwisata.

“Ini bagian dari komitmen semua pihak terutama pemerintah dan pihak maskapai untuk melakukan kerjasama guna membantu pengembangan perhubungan, perdagangan, pariwisata Indonesia,” katanya.

sejumlah maskapai penerbangan terus melakukan ekspansi dengan membuka jalur baru baik penerbangan domestik maupun internasional dalam upaya membuka konektivitas perhubungan dan sektor pariwisata.

“Sudah saatnya pemerintah daerah berusaha mendatangkan lagi armada pesawat pada rute-rute yang khusus bagi kawasan pariwiata prioritas agar lebih banyak mendatangkan wisatawan untuk mendukung program pengembangan 10 destinasi wisata prioritas yang sudah dicanangkan Kementerian Pariwisata.

Untuk maksud tersebut, maka sejumlah konsepsi kerja sama pelayanan rute ini harus mulai dilakukan apakah dalam bentuk aliansi dua maskapai dengan tidak meninggalkan bentuk pelayanan yang selama ini telah dilakukan maskapai sebelumnya.

Sebelumnya Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumantri, telah memberi lampu hijau bagi maskapai penerbangan untuk mengisi rute tersebut dengan penerbangan Kupang (Nusa Tenggara Timur) dan Darwin (Australia Utara).

Menurut dia, rute penerbangan yang menghubungkan dua negara yang berbatasan secara langsung itu, juga akan berdampak pada pengembangan pariwisata dan mampu mendorong sektor pembangunan lain di wilayah provinsi berbasis kepulauan ini.[Ant]

Lihat juga...