Donte, Donat Sate Inovasi Lulusan Poltek Bali

DENPASAR – Kentang (Solanum Tuberosum L.) adalah jenis tanaman dari suku Solanaceae yang memiliki umbi batang yang dapat dimakan. Tanaman jenis umbi-umbian ini bahkan sekarang telah menjadi salah satu makanan pokok penting di Eropa, karena memiliki banyak khasiat. Salah satunya sebagai pengganti asupan pengganti karbohidrat.

Titis Roehatun Nurowiyah. -Foto: Sultan Anshori

Namun, kentang di Indonesia masih belum terbiasa dikonsumsi oleh masyarakat, karena terkalahkan oleh beras sebagai komoditi utama masyarakat.

Meski bukan menjadi komoditas kebutuhan pangan utama, banyak petani di Indonesia yang menanam kentang. Melihat potensi yang melimpah tersebut, beberapa orang berinovasi menciptakan menu makanan yang terbuat dari bahan kentang tersebut. Seperti yang dilakukan oleh mahasiswa lulusan Poltek Bali yang mempunyai ide untuk membuat DONTE (Donat Sate) berbahan baku utama dari kentang.

Titis Roehatun Nurowiyah, mengaku ide untuk membuat Donte berbahan baku utama tumbuhan umbi yang berasal dari Amerika ini berawal dari kesukaannya terhadap Roti Donat, karena sering dibuat oleh ibundahnya.

“Kebetulan Ibu jago banget buat donat yang enak, dan akhirnya kepikiran untuk bisa menghasilkan sesuatu dari hobi”, ujar mahasiswa berusia 23 tahun ini.

Titis, sapaanya, menambahkan, ide tersebut lantas diusulkan kepada ibunya untuk bisa membuat donat berbahan baku Kentang. Dirasa bisa dijual karena memiliki rasa yang enak, akhirnya Titis kembali mengusulkan kepada ibunya untuk menjualnya ke masyarakat. Beralamat di jalan Hangtuah Denpasar ribuan Sontekan sudah dihasilkan di tempat ini.

“Untuk bisa membuat DONTE, bahan baku serta cara buatnya pun sama seperti membuat donat biasa, hanya saja ditambahkan kentang. Tidak lupa resep rahasia buatan dari orang tua saya”, aku wanita berkerudung ini.

Berbeda dengan donat biasa yang memiliki ukuran yang agak besar serta terdapat lubang di tengah, Donte Hasil karya Titis ini berbentuk bulatan semacam pentol. Dan, sesuai namanya Donte (Donat Sate), maka diberikanlah tusuk lidi sehingga menyerupai sate.

Titis mengaku menjual Donte ini bisa menjadi peluang tersendiri bagi dirinya, mengingat di Denpasar baru dirinya yang membuat serta menjual Donat yang berbahan baku kentang. Dalam sebulan, dirinya bisa menjual ribuan Donte dengan omzet jutaan rupiah.

“Ada 3 varian topping, yaitu mesis, gula halus dan coklat”, imbuh Titis.

Titis menjual Donte ini relatif cukup murah, harga yang dijual untuk 20 tusuk Donte mulai dari harga Rp20.000 hingga Rp30.000.

Tidak hanya dijual secara konvensional, dirinya juga memasarkan produknya ke jejaring sosial seperti Facebook, Instagram serta grup WA. Tak khayal, pesanan juga datang dari daerah di luar Kota Denpasar.

Namun, Titis mengaku terdapat kendala di saat ingin mengembangkan usahanya, yaitu kurangnya tenaga kerja. Akibatnya, terkadang ada pesanan yang tidak bisa dipenuhi olehnya.

“Kalau pesanan banyak, terkendala tenaganya, Mas, karena yang kerja hanya Ibu serta satu pekerja”, keluhnya.

Titis mengaku terus ingin mengembangkan usahanya ini dengan cara berinovasi. Termasuk cara pengemasan produk Dontenya.

Seperti yang diketahui, pada kentang terkandung zat-zat seperti karbohidrat, fosfor, zat besi, protein, lemak nabati dan kalsium serta mineral-mineral penting lainnya. Hal ini yang menjadikan kentang baik dikonsumsi dalam menu makan sehari-hari. Beberapa khasiat kentang ini di antaranya mencegah tumbuhnya kanker, diabetes serta beberapa penyakit lainnya.

Lihat juga...