Djoko, Gigih Kumpulkan Pebalap Perempuan Ponorogo

PONOROGO – Kompetisi balap yang biasanya dilakukan oleh laki-laki, kini juga bisa dilakukan oleh perempuan. Potensi pebalap perempuan yang tinggi, menjadi acuan Djoko Poernomo (40) warga Kelurahan Brotonegaran untuk bertekad membentuk kelompok pebalap perempuan pertama di bumi Reog.
Dibuka sejak 2016 lalu, kini ada enam anak didik yang terdiri dari tiga perempuan dan tiga laki-laki. Namun, saat ini pebalap perempuan dinilai lebih bergengsi, apalagi jika dilihat bagaimana cara balapannya.
“Pebalap perempuan itu potensinya luar biasa, penonton juga banyak yang suka,” jelasnya saat ditemui Cendana News di bengkelnya, Jumat (22/9/2017).
Bapak enam orang anak ini menuturkan peminat pebalap perempuan tinggi dan ingin membina pebalap. Tapi jika mengambil pebalap dari luar daerah rebutan dengan tim lain. Sebelum masuk ke dalam tim besutan Djoko yang dinamai ‘Pak Dhe Balap 69 Racing Team’, calon pebalap diaudisi lewat skill.
“Terutama saat latihan, dilihat semangatnya, skillnya bagus apa tidak. Karena peminatnya banyak jadi harus diseleksi dulu,” cakapnya.
Latihan biasanya dilakukan di sirkuit Trenggalek atau Madiun. Pasalnya, di Ponorogo sendiri belum ada arena balapan yang mumpuni apalagi sirkuit. Perhatian pemerintah juga belum ada untuk olahraga satu ini.
“Apalagi kalau pebalap perempuan harus sabar, karena beda kekuatan sama pebalap laki-laki yang langsung bisa diajak geber maksimal,” tuturnya.
Pebalap perempuan sebelum diturunkan ke arena, menurut Djoko, harus sering dilatih fisik seperti lari, senam, renang dan sepeda. Sekaligus latihan balap di sirkuit seperti apa kemampuannya.
“Perempuan itu kadang kurang berani, masih kalah mentalnya dibanding laki-laki,” tandasnya.
Djoko menegaskan kepada anak didiknya, sebelum turun ke sirkuit harus sudah memiliki SIM, jika belum punya harus punya KIS (Kartu Ijin Start) yang dikeluarkan oleh IMI (Ikatan Motor Indonesia). Jika tidak punya keduanya, ia tidak mau melatih.
“Motivasi saya sendiri ingin memunculkan pebalap lokal agar bisa terkenal, bibit banyak tapi belum punya pelatih dan sirkuit,” pungkasnya.
Lihat juga...