Dinkes NTB Siapkan Ratusan Ribu Masker
MATARAM – Mengantisipasi kemungkinan yang timbulkan dari aktivitas Gunung Agung di Provinsi Bali, Dinas Kesehatan NTB mempersiapkan ratusan ribu masker bagi masyarakat NTB.
“Sebagai bentuk antisipasi saja, jika sewaktu-waktu dibutuhkan. Saat aktivitas Gunung Agung meningkat, keberadaan masker akan sangat dibutuhkan”, kata Kadis Kesehatan NTB, Nurhandini Eka Dewi, di Mataram, Senin (25/9/2017).
Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan semua Dinas Kesehatan Kabupaten Kota NTB untuk memastikan kesiapsiagaan mengantisipasi hal tidak diinginkan, termasuk memastikan ketersediaan stok masker.
Di Dinkes NTB telah tersedia 300.000 masker. Pemantauan intensif terus dilakukan terkait kondisi terkini di Gunung Agung, sehingga Dinkes NTB bisa segera melakukan persiapan untuk antisipasi dampak yang ditimbulkan. “Biasanya pemerintah kabupaten/kota juga punya stok (masker), BPBD NTB juga ada, nanti kita mau cek lagi,” kata Nurhandini.
Kepada masyarakat, Nurhandini mengimbau untuk mengikuti perkembangan terkini dari laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta akan mengumumkannya melalui pengeras suara yang ada di masjid-masjid jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti sebaran debu vulkanik yang mengarah ke Lombok.
Sebelumnya, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Muhammad Rum, mengatakan masih mengamati perkembangan terkini terkait aktivitas Gunung Agung di Bali. “Kita masih mengamati perkembangan, karena di Bali sendiri masih kondusif,” ujar Rum.
Rum mengungkapkan, antisipasi yang akan dilakukan ialah mempersiapkan ketersediaan masker, jika terjadi erupsi Gunung Agung. Sejumlah wilayah di bagian barat Pulau Lombok rentan terkena dampak dari debu yang berasal dari Gunung Agung, seperti wilayah Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat, dan Lombok Utara.
Ia menyebutkan, stok masker yang dimiliki BPBD NTB saat ini tercatat sebesar 55.000 masker, atau masih cukup jika melihat jumlah warga di tiga Kabupaten Kota yang rentan terdampak sebanyak 1,2 juta penduduk. Untuk itu, BPBD NTB terus mengintensifkan koordinasi dengan BNPB terkait ketersediaan stok masker.
“Jumlah masker ini belum yang dari Dinas Kesehatan, yang terakhir saya dengar ada 300 ribu masker,” kata Rum menambahkan.