Bendungan Pandan Dure Lombok, Lokasi Baru Penangkapan dan Pemancingan Ikan
LOMBOK — Semenjak mulai beroperasi pada 2013 lalu, bendungan atau waduk Pandan Dure, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi salah satu magnet baru masyarakat, baik sebagai tempat rekreasi maupun lokasi menangkap dan memancing ikan.
Setiap hari banyak warga sekitar kawasan waduk melakukan aktivitas penangkapa menggunakan jaring, jala maupun alat tangkapan tradisional lain, baik untuk kebutuhan konsumsi maupun dijual.
“Itung-itung mencari lauk tambahan untuk konsumsi bersama keluarga di rumah, daripada menganggur di rumah, bosan,” kata warga sekitar, Alwan kepada Cendana News, Minggu (3/9/2017).
Alwan mengaku dirinya hampir dalam satu minggu tetap turun menangkap ikan, terutama pada bagian bendungan dengan menggunakan alat tangkap sederhana.
Ramli, warga asal Desa Ingge, Kabupaten Lombok Tengah mengatakan, baru dua kali datang memancing ke Bendungan Pandan Dure setelah beberapa bulan sebelumnya pernah datang.
“Kalau saya biasa berkeliling memancing dari bendungan satu ke bendungan lain, embung satu ke embung lain, tergantung di mana ikan bisa mudah didapatkan dengan cara memancing,” katanya.
Bagi Ramli, lokasi jauh baginya tidak jadi persoalan, selama ikan banyak dan mudah didapatkan pasti akan dicari, karena memang memancing telah menjadi hobi.
Untuk diketahui, Bendungan Pandan Dure merupakan bendungan paling besar yang dibangun pemerintah pusat di Kabupaten Lombok Timur, seluas 11,65 hektar, untuk memenuhi kebutuhan irigasi pertanian termasuk mengatasi kekeringan lahan pertanian.
Sebelumnya kepala Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara I melaporkan bahwa pembangunan Bendungan Pandan Dure memerlukan pembebasan lahan 414 ha, proses pembebasan lahan telah dimulai tahun 1995/1996 Melalui dana APBN seluas 11,65 ha.
Tahun 2005 – 2011 melalui dana APBD Provinsi NTB dan APBD Kabupaten Lombok Timur telah dibebaskan 313,35 ha. Total lahan yang sudah dibebaskan 78 persen sisanya akan segera diselesaikan oleh Pemerintah Daerah. Sementara itu total biaya yang dibutuhkan untuk pembangunan bendungan ini mencapai Rp. 548,831 milyar.