Banjir Lumpuhkan Aktivitas Masyarakat Dua Kecamatan di Lamsel
LAMPUNG — Hujan deras yang terjadi sejak Selasa malam (26/9) hingga Rabu pagi (27/9) melanda wilayah Kabupaten Lampung Selatan berimbas akses jalan lintas Kecamatan Way Panji, Kecamatan Kalianda bahkan sebagian ke wilayah Kecamatan Palas terputus.
Ratusan masyarakat yang akan melakukan aktivitas harian ke pasar, sekolah dan aktivitas lain terpaksa mengurungkan niat akibat banjir melanda di titik Desa Sukatani Kecamatan Kalianda.
Puluhan siswa SD,SMP dan SMA yang hendak berangkat ke sekolah bahkan terpaksa melewati sebanyak tiga titik banjir yang di antaranya mengakibatkan areal persawahan di wilayah tersebut terendam banjir bahkan sebagian siswa memutuskan tidak berangkat sekolah.
Ema, salah satu orangtua yang anaknya bersekolah di sebuah TK di Desa Margacatur bahkan memutuskan tidak mengantarkan anaknya ke sekolah bahkan sebagian kendaraan pengantar siswa yang akan berangkat ke sekolah mengalami gangguan mesin. Beberapa warga yang berada di sekitar titik banjir di dekat Jembatan Gondang membantu warga lain yang motornya mogok dampak banjir yang melanda wilayah tersebut.
“Saya terpaksa kembali tidak melanjutkan berangkat mengantar anak saya yang duduk di TK untuk sekolah karena beberapa kendaraan lain sudah mogok karena melewati sebanyak tiga titik banjir setinggi pinggang orang dewasa meski saat ini sudah surut,” papar Ema saat ditemui Cendana News di Jalan Raya Sukatani, Rabu (27/9/2017).

Banjir yang tiba tiba datang saat hujan deras tersebut mengakibatkan puluhan kendaraan roda dua yang sebagian milik warga yang akan melakukan aktivifitas ke sekolah dibenarkan oleh Warsito warga Desa Sukatani yang tinggal di dekat titik terimbas banjir.
Ia menyebut sejak pagi sudah membantu sekitar 20 kendaraan yang mengalami mogok akibat bagian busi terendam banjir bahkan sebagian terpaksa membawa kendaraan ke bengkel yang tak jauh dari lokasi banjir.
Banjir tahunan yang kerap melanda wilayah tersebut diakui Warsito diakuinya tidak separah tahun lalu yang berimbas beberapa rumah di dekat jembat gondang ikut terendam imbas dari banjir akibat hujan lebat. Jika hujan lebat masih melanda wilayah tersebut ia bahkan menyebut kemungkinan akses jalan di wilayah tersebut bisa terputus total seperti pada kejadian setahun sebelumnya.
“Fasilitas gorong gorong yang kecil berimbas banjir meluap ke jalanan meski sebagian mengalir melalui sungai di jembat gondang namun derasnya air mengakibatkan air meluap ke jalanan hampir setinggi satu meter di beberapa titik,” ujar Warsito.
Selain melumpuhkan aktivitas warga dampak hujan lebat selama semalaman yang membuat banjir berimbas pada lahan pertanian padi varietas Ciherang terendam banjir dan imbas banjir terparah terjadi di Dusun Teraktat, Desa Kedaton yang berada di dekat persimpangan Jalan Tol Trans Sumatera.
Puluhan petak sawah di dekat aliran sungai kecil di wilayah tersebut bahkan terendam sejak semalam dipastikan belum akan surut hingga siang ini akibat hujan masih melanda wilayah tersebut.
Mardi, salah satu pemilik lahan sawah di Dusun Teraktat menyebut banjir belum akan surut akibat hujan masih mengguyur wilayah tersebut dan aliran sungai dari wilayah di atasnya mengalir ke wilayah tersebut.
“Kalau tidak segera surut saya kuatir padi milik saya terendam imbasnya sulit dipanen bahkan padi bisa berkecambah dampak lama terendam banjir”ujar Mardi.
Ia berharap selain perlu dibangun talud di sepanjang jalan raya Sukatani sebagian sungai di wilayah tersebut perlu dinormalisasi dengan cara pengerukan dan pendalaman sungai serta dibangun tanggul menghindari banjir tahunan melanda wilayah tersebut.