Angka Kematian Ibu Hamil di Sikka Lampaui Ambang Batas Nasional

MAUMERE — Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Martina Pali menyebutkan, angka kematian ibu hamil di kabupaten Sikka masih tergolong tinggi, bahkan melampaui ambang batas nasional yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan RI.

Dijelaskan Martina, untuk tahun 2015, kematian ibu hamil di kabupaten Sikka mencapai angka 151,86 per 1.000 kelahiran hidup sementara untuk tahun 2016 mencapai angka 251,9 per 1.000 kelahiran hidup dimana ambang batas nasional hanya sebesar 121 per 1.000 kelahiran hidup.

“Untuk ibu hamil di Sikka yang meninggal tahun 2015 sebanyak delapan orang sementara tahun 2016 sebanyak 13 orang sementara hingga bulan Juli tahun 2017 baru terdata tiga orang ibu hamil yang meninggal dunia,” terangnya.

Untuk menekan angka ini, tegas Martina, pihaknya juga sudah menginstruksikan tenaga kesehatan yang bertugas di desa agar tinggal dan menetap di desa sehingga bila ada kejadian yang dialami ibu hamil bisa segera dilakukan pertolongan.

Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka Martina Pali/ Foto: Ebed de Rosary

Seorang ibu hamil tegas Martina, membutuhkan dukungan dan perhatian dari suami, keluarga dan masyarakat dimana hal ini sudah dijabarkan dalam Peraturan Bupati Sikka tentang Pembentukan Tim Jejaring Kesehatan Ibu dan Anak tingkat kabupaten Sikka.

Selain itu terangnya, juga sudah ada perjanjian antara camat dan kepala Puskesmas, bidan desa dengan kepala desa dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak sehingga terwujudnya keluarga sehat dan sejahtera secara fisik, psikis, sosial dan ekonomi.

“Oleh sebab itu pemerintah desa dan kelurahan perlu membentuk sistem siaga hingga tingkat RT dan dusun dalam mengidentifikasi ibu hamil, menyediakan transportasi, calon donor darah dan mengevaluasi pelaksanaan jejaring desa siaga serta menentukan strategi pemecahan masalah,” tuturnya.

Hal senada juga disampaikan Lusia Marieta Nona selaku Pengelola Kesehatan Anak di bidang Kesehatan Masyarakat dinas Kesehatan kabupaten Sikka yang menyebutkan, pihaknya juga bekerja sama dengan kepala desa yang juga diberikan kewenangan memantau petugas kesehatan yang berada di desa mereka.

Kematian ibu hamil dapat dipengaruhi oleh kebijakan keluarga dan suami dimana ada kasus yang terjadi dimana suami melarang iteri untuk diperiksa di Puskesmas atau Polindes bahkan tenaga kesehatan yang datang menemui isterinya pun dilarang.

“Keputusan suami yang melarang sang isteri yang sedang hamil dan mengalami sakit untuk berobat ke fasilitas kesehatan juga merupakan sebuah kekeliruan besar yang menyebabkan sang isteri bisa meninggal,” tutupnya.

Lihat juga...