F3R Malang Gelar Latihan Daur Ulang Gratis

MALANG — Ajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan dengan memanfaat sampah-sampah yang ada, Fasilitator Reduce, Reuse, Recycle (F3R) kota Malang kembali menggelar Aksi peduli Lingkungan di acara Car Free Day (CFD), Minggu (24/9/2017).

Sekretaris F 3 R kota Malang, Sunari, mengatakan bahwa kegiatan ini adalah aksi peduli lingkungan dimana di dalamnya ada beberapa aksi yang dilakukan diantaranya yakni aksi pungut sampah disepanjang area Car Free Day. Kemudian aksi bagi-bagi kompos dan bibit tanaman.

“Mekanismenya nanti, masyarakat atau pengunjung CFD bisa mengumpulkan sampah yang mereka dapatkan untuk kemudian ditukarkan dengan kompos atau bibit tanaman. Jadi masyarakat tidak perlu mengeluarkan uang sepeserpun untuk bisa mendapatkan kompos atau bibit tanaman, mereka cukup menukarkan sampah yang telah dikumpulkan kepada kami F3R,” terangnya.

Selanjutnya ada aksi pelatihan daur ulang sampah bagi pegunjung CFD. Jadi dalam pelatihan ini, masyarakat diajarkan cara mendaur ulang sampah agar bisa dijadikan sesuatu yang lebih bermanfaat atau memiliki nilai ekonomi. Siapapun boleh ikut dalam pelatihan ini termasuk anak-anak maupun orangtua.

Menurut Sunari, tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengajak masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan. Minimal tidak membuang sampah yang mereka hasilkan sendiri.

“Intinya kalau belum bisa menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain, jadilah orang yang bermanfaat bagi dirinya sendiri dengan tidak membuang sampah yang mereka hasilkan sendiri, itu sudah lebih dari cukup bagi kami,” tuturnya.

Kegiatan semacam ini sebenarnya sudah pernah F3R laksanakan sebelumnya pada bulan April 2017 dalam rangka memperingati hari sampah nasional. Kemudian kegiatan pada hari ini untuk memperingati hari ulang tahun F3R yang pertama.

“Kami berkomitmen untuk bekerjasama dengan semua elemen lingkungan yang ada seperti kader lingkungan, BSM atau komunitas-komunitas lingkungan yang ada di Malang,” ucapnya.

Lebih lanjut Sunari menyampaikan, saat ini F3R sering diminta untuk melakukan pelatihan-pelatihan daur ulang baik di lingkup RW, kelurahan, organisasi lingkungan, maupun ibu-ibu PKK. Selain itu ada juga beberapa sekolah yang minta pendampingan kepada F3R untuk Adiwiyata.

“Dengan terbentuknya F3R ini, kami bisa memberikan efek berantai yang positif. Maksudnya, kita mengajari satu orang, nanti mereka bisa menularkan ke masyarakat di lingkungannya masing-masing. Seperti pelatihan daur ulang ini, mereka nanti bisa menularkannya ke keluarga maupun tetangganya,” harapnya. Dengan begitu akan semakin banyak masyarakat yang mengetahui cara mendaur ulang sampah sehingga dapat mengurangi sampah yang terbuang, pungkasnya.

Sementara itu salah satu pengunjung CFD, Ismi, mengapresiasi kagiatan yang dilakukan F3R. Menurutnya dengan adanya kegiatan atau pelatihan daur ulang semacam ini, masyarakat bisa tahu cara memanfaatkan sampah atau bahan-bahan yang tidak terpakai.
“Semoga kegiatan seperti ini bisa lebih sering diadakan,” harapnya.

Lihat juga...