70 Pelajar Sumbar Diterima di Universitas Al-Azhar

PADANG — Tujuh puluh pelajar lulusan pasantren dan mandrasah di Sumatera Barat berhasil terpilih untuk melanjutkan pendidikan ke Universitas Al-Azhar, Mesir.
Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno, disalami oleh salah satu mahasiswa Sumbar yang akan pergi ke Universitas Al-Azhar Mesir. -Foto: M. Noli Hendra

Ketua Ikatan Alumni Al-Azhar Internasional (IAAI) Sumbar, Hidayatullah, mengatakan, 70 mahasiswa baru asal Sumbar yang lulus itu merupakan hasil seleksi tingkat nasional yang dilaksanakan Kementerian Agama RI yang bekerjasama dengan Universitas Al-Azhar dan Ikatan Alumni Al-Azhar.

“Jadi, 70 orang palajar dari Sumbar ini bukan merupakan bentuk beasiswa. Tapi, tidak tertutup kemungkinan setiba di Mesir, mereka mendapatkan beasiswa. 70 orang pelajar ini terdiri dari 52 laki-laki dan 18 perempuan,” katanya, Senin (25/9/2017).

Menurutnya, 70 orang pelajar itu nantinya mengambil berbagai bidang keilmuan di Universitas Al-Azhar, seperti Fakultas Ushuluddin, Fakultas Syariah, Bahasa Arab, dan lainnya.

“Pelajar asal Sumbar ini akan berangkat ke Mesir besok, dengan dua penerbangan. Tentunya, saya selaku ketua alumi berharap, mahasiswa baru asal Sumbar mampu memberikan prestasi yang terbaik,” tegasnya.

Ia menyebutkan, 70 orang pelajar ini merupakan putra putri asal daerah di 19 kabupaten/kota di Sumbar. Jika dibandingkan pada tahun sebelumnya, tahun ini jumlah pelajar yang berhasil ke Universitas Al-Azhar meningkat dari tahun sebelumnya, yakni sekira 40 orang.

Sementara itu, Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, saat bertemu dengan 70 pelajar tersebut turut berpesan kepada calon mahasiswa baru Al-Azhar, untuk menghindari daerah konflik. Hal ini mengingat adanya mahasiswa asal Sumbar yang beberapa kali turut merasakan dampak dari kondisi konflik di Mesir.

“Beberapa waktu lalu mahasiswa Sumbar yang berkuliah di Mesir sempat berurusan dengan pihak berwenang di sana. Untuk itu, saya berharap kepada pelajar yang hendak berangkat besok, supaya jangan ikut-ikut situasi di Mesir itu, dan fokus saja belajarnya,” imbaunya.

Menyangkut keamanan di Mesir nanti, Gubernur meminta agar seluruh calon mahasiswa mampu menjaga dan menahan diri untuk tidak terlibat dalam masalah apapun yang tidak ada kaitannya dengan pendidikan yang akan dijalani. Mahasiswa juga diminta untuk arif dengan budaya setempat serta menghindari sikap angkuh dan sombong saat berinteraksi dengan masyarakat setempat.

Ia menyampaikan, bahwa Mesir kini berada di tengah konflik domestik dan pemerintahnya tengah menerapkan razia di daerah-daerah tertentu di sana. Untuk itu, Gubernur mengimbau agar calon mahasiswa menjauhi tempat-tempat yang ia maksud, guna menghindari masalah yang dapat mengancam keselamatan dan membuat risau orang tua di kampung.

Lihat juga...