45 Persen Lahan Pertanian di Bekasi Gagal Panen

CIKARANG – Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, menyatakan pada tahun ini sekitar 45 persen dari total 620 hektare lahan pertanian di Desa Karang Satu, Kecamatan Karang Bahagia, mengalami gagal panen akibat musim kemarau berkepanjangan.

“Pasalnya, pada musim panen biasanya satu hektare lahan persawahan bisa menghasilkan enam hingga sepuluh ton beras,” kata Bupati Bekasi, Neneng Hasanah Yasin, di Kabupaten Bekasi, Senin (11/9/2017).

Menurut dia, kondisi ini memang tidak dapat diantisipasi, walaupun sudah ada air irigasi. Namun, hal itu bukan menjadi alasan utama, permasalahannya dalam hal ini adalah cuaca atau iklim.

Beberapa aliran sungai di bantaran Jalan Inspeksi Kalimalang juga mengalami penyusutan debit air, sehingga tidak dapat dipungkiri bila beberapa lahan persawahan mengalami gagal panen.

Selain itu, guna melakukan antisipasi agar pada 2018 dapat melakukan pesta panen raya, maka akan membangun penampungan air irigasi dengan cara sekuler. Ini dimaksudkan air yang mengalir ke sawah nantinya kembali masuk pada penampungan dan secara bergantian masuk ke sawah petani.

Cara seperti ini memang belum lazim digunakan, tetapi guna menyikapi masalah kekeringan, maka mengambil jalan atau langkah dini agar lebih terkondisikan.

Ia menambahkan, gagal panen tidak hanya berada di Desa Karang Bahagia semata, melainkan juga kecamatan lainnya. Seperti halnya, Pebayuran, Sukarya dan Cabangbungin dan beberapa daerah lainnya. Hanya 40 persen saja petani memanen padi dan sisanya dinyatakan gagal panen akibat Kekeringan.

Namun, itu semua sudah terpikirkan oleh pemerintah daerah. Dikarenakan adanya program asuransi bagi petani yang pengelolaannya langsung dari daerah melalui Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Bekasi.

Sementara itu, Kepala Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Bekasi, Abdillah Karim, akan memberikan ganti-rugi untuk per hektare sebanyak enam juta rupiah. Apalagi sudah sesuai ketentuan secara undang-undang, bahwa bila petani gagal panen dengan akibat cuaca atau iklim maka ada ganti-rugi. (Ant)

Lihat juga...