Wantannas Gandeng Fakultas Peternakan se-Indonesia Wujudkan Swasembada Daging Sapi
PADANG — Sekjen Wantannas (Dewan Ketahanan Nasional) Letjen TNI Nugroho Widyotomo mengatakan setelah tiga kali mencoba untuk melakukan swasembada daging sapi di Indonesia, hingga kini upaya untuk swasembada masih belum berhasil.
Ia menyebutkan, upaya untuk kembali berusaha agar swasembada daging sapi itu benar-benar terwujud, yakni melakukan kerjasama dengan perguruan tinggi Fakultas Peternakan se-Indonesia.
“Khusus di Padang, Wantannas telah menandatangani nota kesepamahan dengan Universitas Andalas Fakultas Peternakan. Jadi, dengan adanya kerjasama itu, swasembada daging sapi dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan nasional, dapat terwujud,” katanya di Padang, Rabu (2/7/2017).
Ia menjelaskan, dengan adanya kerjasama dengan perguruan tinggi itu, diharapkan nanti ada cara yang dilakukan pihak perguruan tinggi untuk memanfaatkan teknologi dalam pengembangan sapi di Indonesia.
“Kita telah tiga kali tidak berhasil dalam melakukan upaya swasembada daging sapi ini. Jadi, perlu ada cara-cara yang baru, sehingga kegagalan sebelumnya tidak terulang untuk usaha kali ini,” ungkapnya.
Menurutnya, jika upaya swasembada daging sapi terwujud, maka Indonesia tidak perlu lami mengimpor, tapi juga bisa mengekspo. Karena pada 2045 mendatang, Indonesia ditargetkan menjadi produsen pangan dunia.
Sementara itu, Rektor Universitas Andalas Rektor Tafdil Husni mengatakan untuk Fakultas Peternakan Unand sendir telah memiliki laboratorium yang baik dalam hal pemanfaatan teknologi untuk pengembangan sapi.
“Selama ini yang saya lihat, salah satu penyebab belum berhasilnya mewujudkan swasembada daging sapi ialah kondisi Indonesia saat ini yang dihadapi kondisi ekonomi dan politik,” ucapnya.
Jadi, dengan adanya kepercayaan Wantannas terhadap Fakultas Peternakan Unand, kedepan orientasi ialah membangun usaha peternakan dan harus mampu menerobos pasar. Tentunya, dalam hal ini lokalitas harus diutamakan.
