Upaya Keras Posdaya Kemuning Sukses Lepaskan Warga Bumiayu dari Jeratan Rentenir
MALANG — Banyaknya warga yang pada saat itu hidup dalam kondisi pra sejahtera, menyebabkan mereka tanpa berpikir panjang berurusan dengan rentenir maupun bank harian untuk mendapatkan pinjaman uang. Meski resikonya, bunga yang mencekik dan justru memperburuk keadaan.
Ketua Posdaya Kemuning, Sri Marianingsih menyebutkan, pihaknya melakukan berbagai upaya, di antaranya bekerjasama dengan bank dan mendirikan koperasi Posdaya. Upaya tersebut tidaklah semudah membalikkan telapak tangan, pihaknya pernah mendapatkan penolakan dan cemoohan dari bank.
“Namun saat ini Posdaya Kemuning Kelurahan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang justru menjadi satu-satunya posdaya yang mendapatkan kepercayaan untuk tetap bekerjasama dengan bank,” sebutnya saat disambangi Cendana News, Rabu (2/8/2017).
Ketua Posdaya Kemuning, Sri Marianingsih menceritakan, awalnya sebelum menjadi Posdaya, dulunya hanya berupa Posyandu, dimana mereka dituntut untuk mandiri agar bisa memberikan bantuan pinjaman modal bagi warga.
Meski kerap mendapatkan penolakan dari bank, Maria tidak patah semangat dan terus berusaha untuk cari dana permodalan dan kemudian akhirnya ia mendpatkan pinjaman dari bank UMKM. Dari situ kemudian Maria di kenalkan ke Universitas Merdeka (Umer) dan akhirnya jadilah POSDAYA Kemuning.
“Sebenarnya pada saat itu bank UMKM juga masih menyangsikan apakah kami bisa membayar atau tidak. Terus saya minta dicoba untuk mendanai satu kelompok saja dulu yang terdiri dari 10 orang dan akhirnya berhasil kemudian semakin banyak kelompok yang mendapatkan pinjaman dari bank UMKM,” kisahnya.
Untuk angsuranpun dipermudah, anggota yang tidak bisa bayar per bulan, bisa bayar per hari semampu mereka, bisa lima ribu atau sepuluh ribu, yang penting tidak sampai macet ketika nanti tiba waktunya membayar di bank.
“Kalau ada anggota yang susah membayar, mereka saya datangi dan ditanya apa masalahnya. Kalau kita sudah tahu masalahnya, kita tanya lagi dia bisa bayarnya kapan. Kalau sudah begitu biasanya kita bayari dulu di bank agar nama Posadaya Kemuning tidak ada coreng merah sedikitpun,” ucapnya.
Sampai banyak bank-bank yang mengacungi jempol ke posdaya kemuning. Tidak jarang bank yang sampai heran kenapa posdaya kemuning pinjamannya tidak pernah macet.
“Kalau di Posdaya Kemuning tidak hanya sekedar memberikan pinjaman uang dari bank, tapi mereka juga kita kasih kerjaan biar mereka bisa membayar pinjamannya. Jadi bukan hanya meminjamkan kemudian menagih tanpa mau tahu cara mereka harus melunasinya seperti apa,” terangnya.
Ditambahkan Bendahara Posdaya Kemuning, Kholifah menyebutkan bahwa pada tahun 2015 pihaknya mendapatkan bantuan dana dari UNMER sebesar 1 juta Rupiah yang kemudian dimanfaatkan untuk mendirikan Koperasi Posdaya.
“Koperasi tersebut terus berkembang hingga sekarang. Bahkan dari uang yang awalnya 1 juta Rupiah, sekarang sudah menjadi 16 juta Rupiah. Awalnya kami hanya bisa meminjami dua orang, bulan kedua tiga orang dan hingga sekarang terus bertambah,” imbunhya.
Namun begitu, Kholifah mengaku bahwa Koperasi Posdaya memang tidak membagikan Sisa Hasil Usaha (SHU) karena koperasinya bersifatnya sosial. Jadi koperasi Posdaya ini di besarkan bersama-sama dan dinikmati bersama-sama melalui program mana suka, dimana dari hasil mana suka tersebut kemudian dibagikan setiap menjelang lebaran.
“Alhamdulillah kemarin kita bisa memberikan sedikit keuntungan pada aggota berbentuk sembako,” terangnya.
Koperasi Posdaya sekarang sudah bisa mencakup hingga di luar kelurahan Bumiayu karena dari kelurahan yang lainnya juga banyak yang membutuhkan.
“Jadi sebenarnya tujuan bekerjasama dengan bank dan didirikannya koperasi Posdaya adalah untuk memberantas kemiskinan supaya orang-orang dilingkungan Bumiayu jangan sampai terjerat rentenir maupun bank harian. Karena terus terang dulu kami berdua juga pernah dimusuhi para rentenir,” pungkasnya.
Sementara itu disebutkan, Posdaya Kemuning selama ini telah cukup banyak mendapatkan berbagai prestasi di antaranya menjadi harapan ketiga Tingkat Regional III Jatim dalam ajang Damandiri Award (2014), Juara dua Lomba Posdaya (2014), Juara satu tingkat perguruan tinggi dan juara satu lomba Posdaya berbasis pendataan dan pemetaan tingkat koordinator wilayah Jatim II.