Ultah, Polwan Tanamkan Nilai Cinta Bangsa ke Pelajar Balikpapan

BALIKPAPAN — Jelang HUT ke 69 Polwan Indonesia, tanggal 1 September mendatang, Polwan Balikpapan ramai-ramai melakukan kunjungan ke sekolah. Mulai dari tingkat SD hingga SMA. Sejumlah kegiatan digelar sesuai dengan tingkat pendidikan. Seperti di SD, lebih ditekankanpengenalan polisi sebagai sahabat anak. Sedangkan jenjang SMP dan SMA dibuat sosialisasi yang memuat unsur cinta kebangsaan.

“Ada 15 sekolah yang kami kunjungi hari ini (22/8). Lebih kepada pengenalan tugas polisi. Sekaligus bagi tingkat SMP dan SMA kepada kedisiplinan dalam berkendara. Karena selama ini orang tua susah untuk dilakukan pendekatan tertib lalu lintas. Berbeda dengan anak, kami tanamkan mereka nilai-nilai yang bisa mereka bawa dan mengingatkan kepada orang tua,” terang Wakapolres Balikpapan, Kompol Yolanda E Sebayang.

Untuk kecintaan terhadap kebangsaan, Yolanda menyebut saat ini dia melihat masih banyak anak masih belum menanamkan nilai pancasila dan cinta tanah air. Ini terbukti ketika dia menjadi juri acara pemilihan duta kebangsaan, dimana banyak anak yang belum hapal Pancasila.

“Anak-anak saya tanya soal sila dalam Pancasila saja mereka belum hapal. Bahkan simbol-simbol yang ada di dada Burung Garuda saja mereka tidak paham artinya. Jadi mulai sekarang kami berikan pemahaman dasar negara Indonesia. Jika mereka hapal dan faham simbol Pancasila, maka akan tertanam kecintaan mereka terhadap tanah air Indonesia,” beber Yolanda, Selasa (22/8/2017).

Tidak hanya fokus membina anak-anak sekolah, HUT Polwan kali ini, Polres Balikpapan juga memberikan bimbingan kepada anggota Polwan. Di luar tugas mereka sebagai aparat penegak hukum. Polwan diajarkan bagaimana cara menjadi panutan bagi orang tua khususnya ibu. Karena itu sejumlah kegiatan dikhususkan pada penerapan keterampilan.

“Kami ajarkan Polwan keahlian baru. Yang bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Misal mengolah barang-barang bekas menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis. Yang nanti akan ditularkan ke masyarakat agar polwan punya peran pemberdayaan masyarakat,” ungkapnya.

Keterampilan yang diajarkan juga tidak lepas dari unsur budaya lokal. Seperti yang akan dilakukan Polwan Polres Balikpapan Jumat (25/8/2017) mendatang. Sebanyak 37 Polwan akan diajarkan merajut manik-manik khas Dayak. Yang kemudian hasilnya akan dipamerkan dalam acara puncak HUT Polwan di Kaltim pada 8 September 2017.

“Kami akan adakan pelatihan di enam kecamatan. Kemudian akan kami selenggarakan lomba akustik anak jalanan. Tentu ini akan menjadi hal yang bisa membuat keberadaan Polwan lebih bermakna,” pungkasnya.

Wakapolres Balikpapan, Kompol Yolanda E Sebayang/Foto: Ferry Cahyanti.
Lihat juga...