Tabur Puja Posdaya Bahagia Bantu UMKM Terkendala Modal
PADANG — Keberadaan Unit Tabur Puja di Posdaya Bahagia yang berada di Banuaran, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, Sumatera Barat, benar-benar memberikan semangat baru bagi masyarakat untuk memperbaiki perekonomian, terutama untuk perekonomian keluarga.
Ketua Posdaya Bahagia Yuniarti mengatakan semenjak hadirnya Tabur Puja sangat terlihat geliat perekonomian masyarakat di Banuaran tersebut. Sebelumnya para ibu rumah tangga hanya duduk di rumah sembari menunggu suami pulang bekerja.
Sementara Sang Suami tidak memiliki penghasilan yang mencukupi kebutuhan rumah tangga. Kini, setelah tiga tahun berjalannya Tabur Puja, kondisi yang demikian berubah drastis ke arah yang lebih baik. Para ibu rumah tangga mempunyai penghasilan tambahan untuk kebutuhan rumah tangga dari usaha.
“Nasabah kita di Posdaya Bahagia ini banyak yang menjalankan usaha industri rumahan dan berkebun,” katanya, Selasa (29/8/2018).
Ia menyebutkan, di Banuaran sendiri cukup banyak berkembang dan muncul pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menangah (UMKM), seperti membuat keripik balado, keripik ibu, tepung ubi, bordir, pedagang makanan di sekolah, dan banyak lagi jenis usaha yang dijalani oleh nasabah Tabur Puja.
Menurutnya, sewaktu awal belum adanya Tabur Puja, para para ibu-ibu rumah tangga tidak bisa berbuat banyak, meski ada keinginan untuk membuka usaha kecil-kecil, namun terkendala modal, karena sulit untuk didapatkan.
“Mereka merupakan rakyat kecil. Jika pinjam dana ke bank, tentu perlu adanya jaminan seperti surat tanah atau BPKB kendaraan. Hal yang demikian yang sulit untuk dipenuhi. Akibatnya, mereka mengurungkan niat itu,” ujarnya.
Namun, dengan hadirnya Tabur Puja, persoalan kesulitan mendapatkan pinjaman modal usaha itu, bisa diatasi. Karena di Tabur Puja sendiri jaminan untuk pinjaman modal usaha ialah jaminan sosial, yakni kepercayaan dari masyarakat itu sendiri.
Meski pinjaman modal usaha awalnya hanya Rp2 juta rupiah. Akan tetapi hal yang demikian turut mampu membina masyarakat untuk menjadi pengusaha atau pelaku usaha yang memiliki prinsip yang kuat, untuk memperbaiki ekonomi kehidupan keluarga.

Yuniarti menuturkan masyarakat di Banuaran dinilai cukup bagus dalam hal membayarkan kredit pinjamannya. Karena hampir-hampir rata-rata masyarakat yang meminjam ke Posdaya Bahagia, merupakan masyarakat yang taat membayarkan kredit pinjaman modal usaha.
“Target penyaluran Tabur Puja ini ialah untuk keluarga pra sejahtera. Jadi, membantu masyarakat yang baru memulai memperbaiki perekonomian keluarga adalah tujuan adanya Tabur Puja ini,” tegasnya.
Salah seorang nasabah Tabur Puja, Asmar mengatakan kehidupannya hampir terpuruk, karena usaha yang dijalaninya nyaris tutup, yakni usaha warung kelontong. Namun, dengan adanya Tabur Puja, perlahan-lahan ia berupaya memperkuat kembali usaha warung kalontongnya.
“Dulu isi warung saya sepi. Saya sempat putus asa melihat kondisi usaha saya ini. Akan tetapi setelah mengetahui adanya Posdaya Bahagia yang bisa membantu masyarakat dalam hal peminjaman modal usaha, saya pun mencoba mengajukan pinjaman modal usaha,” ungkapnya.
Akhirnya, permohonan pinjaman modal usaha Asmar diterima oleh unit Tabur Puja di Posdaya Bahagia. Pelahan-lahan tapi pasti, hal tersebut yang ditanamkan dalam niat Asmar untuk tetap bisa menjalankan usaha, sebagai upaya memperbaiki ekonomi kehidupan.