Sumbar Buka 1.649 Lowongan Pekerjaan
PADANG — Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sumatera Barat, tengah membuka lowongan pekerjaan untuk 1.649 orang. Melalui kegiatan job fair yang diselenggarakan selama dua hari ke depan, ada 35 perusahaan yang bersedia menampung ribuan pencari kerja (pencaker).

Kepala Disnakertrans Sumbar, Nasrizal, mengatakan job fair yang diselenggarakan selama dua hari itu, merupakan program Disnakertrans Sumbar untuk mengurangi tingkat pengangguran di Sumbar. Melihat pada tahun lalu, dari job fair yang diselenggarakan, ada sekira 30 persen pencaker yang diserap oleh sejumlah perusahaan.
Menurutnya, berdasarkan tingkat pengangguran terbuka di Sumbar saat ini, dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar bulan Februari 2017, jumlah angkatan kerja sebanyak 2,62 juta dengan tingkat pengangguran terbuka mencapai 151.900 orang atau 5,80 persen. Angka tersebut dinilai cenderung mengalami kenaikan, jika dibandingkan pada Agustus tahun lalu, di mana tingkat pengangguran terbuka hanya 5,09 persen.
“Merujuk data BPS tersebut, angka pengangguran terbuka di 19 kabupaten/kota disebabkan berapa faktor, di antaranya pertumbuhan angkatan kerja yang tinggi, belum optimalnya pertumbuhan kesempatan kerja, pendayagunaan tenaga kerja, khususnya lokal yang masih rendah, tingkat pendidikan serta produktivitas calon tenaga kerja yang masih relatif rendah serta penyebarluasan penduduk yang masih belum merata,” jelasnya, Rabu (23/8/2017).
Ia juga menyebutkan, faktor lain yang menyebabkan meningkatnya angka pencari kerja dari tahun ke tahun, karena tidak terserapnya semua lulusan SLTA/SMK dan perguruan tinggi di Sumbar. Hal ini juga disebabkan masih minimnya lapangan kerja yang ada di Sumbar.
Nasrizal berharap, pameran bursa kerja tersebut dapat menjadi percepatan penyerapan tenaga kerja sebanyak mungkin, sehingga angka pengangguran terbuka di Sumbar dapat diatasi.
Sementara itu, salah seorang pencaker, Boby Andalan, mengakui cukup sulit untuk mencari pekerjaan di Sumbar ini. Jika pun ada perusahaan yang dinilai lebih besar membuka lowongan pekerjaan, itu pun sulit untuk ditembus, karena adanya budaya pesanan orang dalam, sehingga pencaker yang tidak memiliki orang dalam, sangat rentan tersingkir.
“Motivasi saya untuk ikut job fair ini ingin memperlihatkan skill dan menggunakan ijazah S1 saya kepada perusahaan yang ada di sini. Karena selama ini, dari sejumlah lamaran kerja yang saya masukkan, hanya sampai mengirimkan berkas, sesudah itu tidak ada panggilan. Tapi, kalau di job fair ini, saya langsung diwawancara,” ucapnya.
Boby mengatakan, telah mencoba untuk mencari pekerjaan luar dari Sumbar, hasilnya masih belum nihil, sehingga ia memilih untuk kembali ke kampung halaman, dan membantu kedua orang tua di perkebunan.
“Saya berharap betul, melalui job fair ini bisa menyerap banyak tenaga kerja, termasuk saya sendiri. Bagi saya, perusahaan sebaiknya bersedia untuk memberikan kesempatan untuk pencaker ini bekerja, tanpa harus menolak ketika hanya melihat ijazahnya,” harapnya.