Sehari Jelang Kemerdekaan, Mahasiswa Bali Gelar Demo Tutup Mulut.

DENPASAR — Puluhan mahasiswa menggelar aksi demonstrasi tutup mulut di depan monumen Bajra Sandi, Renon, Denpasar (16/8/2017).

Aksi yang tergabung dalam Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI)Ccabang Denpasar Bali ini, dilakukan dengan cara menutup mulut menggunakan latban warna hitam. Sebelum melakukan aksinya, mereka terlebih dahulu menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Tidak ada orasi dalam aksi ini, namun dari selebaran yang mereka buat, mengisyaratkan mendukung gerakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk melakukan proses penuntasan kasus yang melibatkan para koruptor yang masih meraja lela hingga 72 tahun Indonesia merdeka.

Ketua Presidium Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Denpasar Bali Efraim Mbomba Reda, mengatakan pemerintah seharusnya tidak menjadikan perayaan HUT RI ke72 hanya sebagai formalitas saja.

Melainkan menurutnya akan lebih tepat kalau pemerintah melakukan evaluasi terhadap apa yang telah terjadi terutama kasus korupsi.

“Apakah sudah sejalan dengan arah perjuangan kemerdekaan kita selama 72 tahun ini. Apa sudah Sesuai dengan apa yang dicita citakan sebagaimana termaksud dalam dasar Pancasila,” ucapnya.

PMKRI Bali juga berharap penuh kepada KPK untuk tetap menjaga kepercayaan masyarakat. Bahkan dari hasil survei kepercayaan publik berdasarkan data ICW nersama poling center, dikatakannya telah merilis terdapat peningkatan kepercayaan publik terhadap tindak pemeberantasan korupsi.

“Karenanya di usia kemerdekaan Indonesia ke 72 ini, kami mengajak rakyat berkomitmen agar Indonesia harus bersih dari korupsi oleh karena itu kita juga harus mendukung KPK,” tutupnya.

Dalam aksi bisu yang berjalan 20 menit dsri pukul 10.40 WITA tersebut, sempat menarik perhatian sejumlah pengunjung dan beberapa anggota TNI Polri yang sibuk mempersiapkan kegiatan gladi bersih upacara 17 Agustus besok.

Beberapa sepandung yang dibentangkan diantaranya bertuliskan “72 Tahun Indonesia Merdeka, Koruptor Masih Merajalela”.

Seperti yang diketahui, di usia negara Indonesia yang ke72 tahun, permasalahan kasus korupsi belum tuntas.

Bahkan cenderung terus meningkat. Tidak hanya itu, upaya pemeberantasan Korupsi yang dilakukan oleh KPK cenderung mendapat hambatan dari para anggota DPR yang notabene paling banyak terlibat kasus Korupsi.

Ketua Presedium PMKRI Cabang Denpasar Bali Efraim Mbomba Reda /Foto; Sultan Anshori.
Lihat juga...