Satgas Pamtas Lakukan Pengecekan Patok Batas RI-PNG
JAYAPURA — Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Yonif 410/Alugoro (Alg) melakukan patroli sekaligus pengecekan patok batas perbatasan RI-Papua New Guinea (PNG) MM4.2 di Yabanda Distrik Yafi Kabupaten Keerom, Papua.
“Patroli dan pengecekan patok batas ini didampingi perwira topografi Satgas Lettu Ctp Suyitno dan Danki C Lettu Inf Saeful serta sejumlah personel jajaran Kompi C Satgas Pamtas Yonif 410/Alg yang dilakukan mulai Rabu hingga Jumat kemarin,” kata Komandan Satgas Pamtas Yonif 410/Alugoro (Alg) Letkol Inf M Heri Amrulloh saat berada di Jayapura, Minggu (27/8/2017) malam.
Heri menjelaskan perjalanan patroli patok batas negara itu dimulai dari Pos Yabanda pada Rabu (23/8) sekitar pukul 06.00 WIT yang memakan waktu empat hari tiga malam dengan membawa logistik untuk keperluan lima hari sebagai cadangan.
“Tetapi di luar dugaan, perjalanan patroli yang ini mampu ditempuh dalam waktu tiga hari dua malam. Ini hal yang sangat luar biasa, perjalanan bisa dipersingkat, padahal medan yang dilalui sangat berat dan sulit,” katanya.
Lebih lanjut, kata dia, untuk mencapai ke sasaran patok atau tugu batas negara di MM4.2 dari Pos Yabanda menggunakan kendaraan truk sampai di ujung jalan tanah, kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki menyusuri dan membelah lebatnya hutan belantara, naik dan turun gunung.
Lalu, menyusuri lereng dan bukit yang terjal serta harus menyeberangi beberapa sungai besar dan kecil, terkadang harus meniti atau melompati bahkan merangkak dibawah pepohonan besar dan kecil yang tumbang yang menghalangi perjalanan tim patroli.
“Tentunya rasa lelah dan capai bisa terobati setelah tim patroli sampai di lokasi dan dapat menemukan kondisi patok atau tugu batas negara MM4.2 yang masih dalam keadaan terawat serta masih dalam posisi yang sebenarnya tanpa terjadi pergeseran dari kedudukannya,” katanya.
Ia mengatakan suasana kegiatan patroli tugu batas negara dari awal sampai akhir kegiatan membutuhkan mental dan moril personel yang kuat dan berlipat ganda, hal ini dikarenakan patroli kali ini tidak seperti biasanya karena yang pimpin adalah seorang Dantsatgas.
“Sudah lama merencanakan kegiatan ini patroli tugu batas dengan anggota. Saya juga ingin merasakan apa yang dirasakan anak buah saya terutama jajaran pos atas. Bagi saya sebagai seorang komandan, tempat yang terbaik selalu berada ditengah-tengah anak buah, dalam situasi dan kondisi apapun,” kata Heri.
Sementara itu, Kopral Arif Rahman mengaku bangga bisa patroli dan cek patok batas negara bersama Dansatgas Pamtas. “Saya sudah berulang kali tugas operasi, tapi baru kali ini selama saya jadi tentara, patroli dipimpin langsung komandan (Dansatgas). Moril kami jadi tinggi. Lagi pula malulah kalau sampai di belakang komandan,” kata Kopral Arif Rahman.[Ant]