PUPR: 49 Bendungan Telah Dibangun
PADANG — Menteri Perkerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadi Moeljono, menyebutkan capaian pemerintahan Presiden Joko Widodo di tahun ketiga ini pada pengembangan infrastruktur, yang saat ini dipilih sebagai prioritas pembangunan nasional 5 tahun ke depan.
Ia menegaskan, hal tersebut dikarenakan saat ini peringkat pemerintah di kompetisi global rangking 41. Namun peringkat infrastruktur Indonesia rangking 62, untuk itu target di 2019 mendatang bisa ke angka 44 untuk pembangunan infrastruktur.
“Makanya, ada kendala-kendala yang ditemukan dalam pembangunan infrastruktur, khususnya regional disparity,” katanya, di Padang, Senin (28/8/2017) malam.
Menurutnya, Indonesia adalah negara besar dengan ribuan pulau. Regional disparity dari barat ke timur adalah tantangan pertama bagi Kementerian PUPR. Sedangkan untuk tantangan kedua, adalah urbansiasi, di mana 62 persen orang Indonesia hidup di kota.
“Kita butuh penuhi suplai air, perumahan, sanitasi, makanan, dan listrik. Ini juga menjadi tantangan besar bagi kami,” akunya.
Basuki juga menyatakan, tantangan ketiga adalah penggunaan seluruh Sumber Daya Alam (SDA) yang belum optimal. “Kita punya migas, tambangan, sebutlah apa saja. Namun, pemanfaatannya belum optimal, sehingga ini tantangan kita,” ujarnya.
Basuki menjelaskan, tujuan Kementerian PUPR dalam 5 tahun ke depan dalam pengembangan pembangunan. Kini dalam tahun ketiga, Kementerian PUPR sudah membangun 49 bendungan. Jadi, hal-hal ini dilakukan untuk meningkatkan ketahanan pasokan air, dan tujuan akhirnya untuk ketahanan pangan.
“Dalam tahun ke depan, kita akan tambah 33 bendungan dan kita butuh banyak SDM di keteknikan, di ilmu kebumian, karena kita butuh mengerti dan memahami kondisi geologi, apapun yang berkaitan dengan bumi, batuan, untuk membangun bendungan. Untuk itu, kita selesaikan 7 bendungan dalam tahun ini saja,” sebutnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit, mengatakan, agar pembangunan tol Padang-Pekanbaru yang direncanakan akan dimulai pada 2018 mendatang, dan Pemprov Sumbar sangat berharap hal itu akan terlaksana, sehingga jalan Padang-Bukittinggi ikut merasakan dampaknya.
“Tentunya untuk mewujudkan hal itu butuh sinergitas antara Kementerian PUPR dan dinas di Sumbar. Karena, masih ada infrastruktur kami yang belum memadai,” ujar Nasrul.
Ia menyebutkan, di Sumbar ada beberapa pembangunan yang sangat mengharapkan perhatian dari Kementerian PUPR, selain tol, juga ada soal jalan Surantih-Langgai, jalur Dua Bypass Padang, dan juga jalan Solok-Solok Selatan, yang merupakan jalur untuk dilalui Tour de Singkarak.