Peternak Kambing Sleman Perlu Modal dan Penyuluhan
SLEMAN — Sejumlah peternak berharap pemerintah setempat memberikan perhatian pada kelompok ternak kambing di Kabupaten Sleman. Pasalnya selama ini mereka mengaku kurang mendapat perhatian dari pemerintah, baik dalam hal pemberian modal, penyuluhan ataupun pengecekan kesehatan.
Menurut Ketua Persatuan Peterenak Kambing Kaligesing Nasional (Pepekanas) Kab Sleman, Suryono prospek peternakan kambing khususnya jenis Kaligesing atau Peranakan Etawa (PE) di Sleman sangat menjanjikan.
Jumlah peternak kambing dikatakan terus meningkat setiap tahun. Tak hanya itu, nilai jual serta hasil dari susu kambing Kaligesing juga sangat menguntungkan sehingga sangat cerah untuk dikembangkan.
“Selama ini kita melakukan upaya pengembangan ternak secara swadaya. Sampai saat ini campur tangan pemerintah masih minim. Kita berharap pemerintah bisa lebih memperhatikan. Paling tidak melalui PPL melakukan pengecekan kandang ternak atau kesehatan ternak,” kata warga Mriyan, Seyegan, Sleman itu.
Suryono sendiri mengaku memiliki sedikitnya 25 kambing berbagai jenis, yang didominasi jenis Kaligesing atau PE. Selain membudidaya untuk dijual anakan.
Ia juga mendapat hasil dari menjual indukan. Menurutnya harga kambing jenis kaligesing memiliki nilai jual lebih tinggi dibanding jenis kambing lainnya.
“Harga anakan berkisar mulai Rp1,5 juta hingga Rp4juta. Apalagi untuk kelas kontes, bisa lebih mahal. Indukan bisa sampai Rp35j uta per ekor. Saya sendiri biasa menjual sampai ke Jawa Barat hingga Jawa Timur. Pernah juara nasional juga,” kata peternak yang mulai menekuni bisnis kambing sejak 20002 itu.
Selain menjual ternak, Suryono juga mengaku masih mendapat hasil tambahan dari menjual susu kambing PE. Setiap hari ia mampu mendapat sekitar 1,2 liter per kambing. Hasil dari susu kambing itu ia jual dengan harga Rp25 ribu per liter.
“Kita juga masih bisa mendapat tambahan dari menjual kotoran ternak. Sehari bisa dapat 2-3 sak. Sementara satu sak dijual Rp15 ribu,” katanya.
Pada musim menjelang hari raya Qurban saat ini harga jual kambing sendiri meningkat sekitar 30-50 persen dari harga normal.
“Salah satu kendala adalah masalah pakan. Kita harus rutin membeli pakan berupa komboran katul gandum. Per saknya Rp176 ribu bida untuk 3-4 hari. Selain itu juga soal perawatan. Karena kambing jenis kaligesing butuh perawatan ekstra. Ini yang mestinya ditangani pemerintah dengan melakukan penyuluhan. Karena belum semua peternak paham,” ujarnya.