Petani: Alsintan Mampu Tingkatkan Penghasilan
YOGYAKARTA — Alat dan mesin pertanian (Alsintan) diakui para petani mampu menekan biaya produksi secara signifikan dan meningkatkan pendapatan. Proses kerja menjadi lebih efektif dan efisien, bantuan alsintan terus diharapkan.
Salah satu petani asal Dusun Kenayan, Wedomartani, Ngemplak, Sleman, Herman mengatakan, adanya alat pertanian, terutama mesin tanam atau transplanter mampu menekan biaya tenaga kerja secara signifikan, sekaligus mempercepat proses tanam.
Ditemui di sela penerimaan bantuan alsintan di Balai Desa Wedomartani, Ngemplak, Sleman, Senin (7/8/2017), Herman menjelaskan, selama ini ia harus mengerahkan sekitar 20 orang buruh tanam padi yang diupahnya sebesar Rp50 ribu per orang untuk lahan seluas 13.000 meter persegi selama paruh hari atau dari pagi hingga siang hari. Jika sampai sore, biaya upah menjadi sebesar Rp75 ribu.
“Itu pun saya harus mencar dari luar daerah seperti dari Wonosari, bahkan dari Klaten, karena saat ini sangat sulit mencari buruh tanam”, kata Herman.
Karena itu, kata Herman, bantuan alat mesin tanam yang sudah ditunggunya selama setahun ini, akan sangat membantu sekali. Selain mesin tanam, Herman yang mewakili Kelompok Tani Catur Manunggal dari Dusun Kenayan, juga mendapatkan bantuan satu unit traktor. Sebelumnya, Poktan Catur Manunggal juga telah mendapatkan bantuan pompa air.
Berkait efektivitas penggunaan, Herman menjelaskan, mesin tanam tersebut tidak hanya mampu menekan biaya, melainkan juga mempercepat proses. Dengan mesin tersebut, untuk lahan seluas 1.300 meter persegi hanya butuh waktu 1-2 jam saja, sedangkan dengan tenaga manusia dibutuhkan waktu sehari.
Sementara itu, Kepala Dusun Kenayan, Sugeng Sulistyo Budi menambahkan, penggunaan akan sangat meningkatkan penghasilan petani. Pasalnya, dengan mesin tanam sewa saja hanya membutuhkan biaya Rp250 ribu, sudah termasuk bibitnya, untuk lahan seluas 1.000 meter persegi.
Sugeng menjelaskan pula, di dusunnya terdapat lahan pertanian padi seluas 33 hektare milik 135 petani. Dengan keterbatasn air dan tenaga kerja atau buruh tani saat ini, penggunaan Alsintan sangat diperlukan.
“Selain itu, penggunaan Alsintan juga memungkinan masa tanam dilakukan bersamaan, sehingga memudahkan penanganan hama dan pengaturan penggunaan air”, kata Sugeng.

Menurut Sugeng, selama ini hasil pertanian padi di dusunnya terhitung baik. Tingkat produktivitas panen mencapai empat hingga lima Kwintal per 1.000 meter persegi, senilai kurang lebih Rp450 ribu per Kwintalnya.
“Dengan penggunaan alsintan yang mampu menekan biaya produksi dan efisien, diharapkan penghasilan petani juga meningkat,” katanya.